Lanscape keindahan Taman Alun-Alun Bundar Kota Malang. (Yogi Iqbal/MalangTIMES).
Lanscape keindahan Taman Alun-Alun Bundar Kota Malang. (Yogi Iqbal/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Masa transisi menuju new normal, aktivitas di Kota Malang berangsur kembali seperti semula. Termasuk di sektor wisata.  Meski tetap ada pembatasan, kunjungan wisatawan di Kota Pendidikan ini tampaknya mulai menunjukkan tren positif.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan, sejak Maret hingga awal Juli lalu, jumlah wisatawan di Kota Malang mengalami penurunan hingga 93 persen.

Baca Juga : Alas Pujon Coban Sadang, Tempat Wisata untuk Merasakan Hutan Asri dan Asli

Jumlah hunian di hotel bahkan hanya berkisar di angka lima persen ke bawah. Bahkan, ada beberapa yang mengalami nol persen kunjungan sehingga membuat beberapa hotel harus ditutup sesaat.

"Tapi saat ini, selama satu bulan terakhir, kondisinya berangsur membaik," kata dia.

Perempuan yang akrab disapa Dayu itu menyampaikan, saat ini beberapa hunian hotel sudah mencapai angka 50 persen. Namun, kondisi tersebut hanya terjadi di dua hingga tiga hotel. Sedangkan sisanya memiliki kunjungan di kisaran angka 10 persen hingga 20 persen.

Hotel kebanyakan masih diisi oleh wisatawan yang berasal dari Jawa Timur. Bukan wisatawan yang hendak melakukan aktivitas berwisata, namun sebagian besar berasal dari instansi yang hendak melakukan kunjungan.

"Seperti tamu kedinasan yang berkunjung ke Malang. Itu sudah ada beberapa yang tercatat. Tapi belum banyak dan masih wilayah Jatim. Kalau dari luar, belum," terang Dayu.

Lebih jauh perempuan berambut panjang itu menyampaikan bahwa protokol kesehatan wajib diterapkan di semua hotel dan pusat keramaian. Tanpa kecuali rumah makan yang memang selalu mendapat kunjungan dari berbagai kalangan.

Baca Juga : Dewanti Minta Pengelola Objek Wisata JTP Buka Secepatnya

"Hotel, resto, dan lain sebagainya harus sesuai protokol kesehatan. Petugas kami langsung turun memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha," tandas dia.

Kondisi yang berangsur membaik itu pun diharapkan mampu terus mengalami peningkatan. Sehingga, kunjungan wisatawan bisa kembali pulih seperti tahun-tahun sebelumnya, baik wisatawan dari dalam maupun luar negeri.