Sempat Ditutup, Objek Wisata Pantai di Kabupaten Malang Akhirnya Kembali Dibuka

Jul 23, 2020 17:59
Ilustrasi Pantai Balekambang yang kembali dibuka paska ditutup karena pandemi covid-19 (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Ilustrasi Pantai Balekambang yang kembali dibuka paska ditutup karena pandemi covid-19 (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah lima hari paska ditutupnya objek wisata di wilayah JLS (Jalur Lintas Selatan), kini Pantai Balekambang dipastikan kembali beroperasi. Hal itu disampaikan langsung oleh Dirut (Direktur Utama) Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa, Ahmad Faiz Wildan, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (23/7/2020).

”Setelah kasus penyebaran covid-19 di Kabupaten Malang semakin bertambah, Pantai Balekambang memang sempat ditutup. Kemudian kembali dibuka lagi pada Sabtu (18/7/2020) kemarin,” ungkapnya.

Baca Juga : Kunjungan Wisatawan di Kota Malang Mulai Tunjukkan Tren Positif

Sebagai informasi, wilayah pantai yang ada di JLS tersebut sempat dibuka sebagai percontohan pada saat Kabupaten Malang mengalami masa transisi dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) ke new normal.

Namun pada 13 Juli 2020 lalu, objek wisata yang berstatus sebagai percontohan, yakni Pantai Balekambang dan Ngliyep yang dikelola PD Jasa Yasa ini, kembali ditutup karena kasus covid-19 di Kabupaten Malang mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Dalam surat keputusan yang dikeluarkan Disparbud (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) Kabupaten Malang bernomor : 556/566/35.07.108/2020 tersebut, menyatakan jika ada beberapa ketentuan protokol kesehatan yang belum sesuai dengan ketentuan.

Hingga akhirnya, setelah melakukan pembenahan pada 18 Juli 2020 lalu Pantai Balekambang kembali beroperasi. ”Beberapa hari lalu tim dari Satgas Covid-19 sudah melakukan peninjauan, dan hasilnya dinyatakan sudah sesuai dengan protokol kesehatan serta SOP (Standar Operasional Prosedur),” ungkap Wildan.

Semenjak kembali dibukak pada akhir pekan lalu, lanjut Wildan, dalam setiap harinya sudah  ada ratusan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Balekambang dan Ngliyep. ”Ya kembali lagi ke nol, tapi saat ini kita sudah mulai merangkak lagi setelah efek dari itu (penutupan, red). Jika dirata-rata perhari ada 100 hingga 150 wisatawan yang berkunjung ke pantai (Balekambang dan Ngliyep),” terangnya.

Dengan banyaknya wisatawan tersebut, apakah masih bisa menerapkan physical distancing?. Wildan menjawab jika penerapan protokol kesehatan masih bisa diberlakukan meski wisatawan yang berkunjung mencapai ratusan.

”Kalau kapasitas kita mampu menampung 30 ribu wisatawan, karena kan kita membawahi 2 pantai (Balekambang dan Ngliyep),” sambung Wildan.

Baca Juga : Sambut New Normal, Alas Pujon Coban Sadang Mulai Dibuka

Dengan kembali beroperasinya pantai di JLS tersebut, menurut Wildan, membuat roda perekonomian kerakyatan perlahan kembali berputar. ”Jadi banyak orang yang kemudian menggantungkan rejeki di sana, masyarakat sekitar jalan yang dilewati oleh wisatawan itu seperti toko dan pedagang juga kembali laku terjual,” imbuh Wildan.

Kembali bergeliatnya perekonomian itu, juga disebabkan karena banyaknya wisatawan yang kembali berkunjung ke pantai. ”Kenapa pantai itu jadi primadona bagi masyarakat, karena mereka tidak hanya berwisata. Tapi mereka juga berikhtiar untuk kemudian menjaga kebugaran dan kesehatan,” tutur Wildan.

Menurutnya, dari berbagai jurnal yang dia baca, pantai dan laut merupakan salah satu tempat yang mendapatkan pasokan sinar matahari maksimal. Kemudian untuk pasokan oksigen, plankton dan uap air yang ada di perairan pantai dianggap bisa memproduksi oksigen.

”Jadi kalau dari segi kesehatan yang diserang adalah kekebalan tubuh dan pernafasan, maka berwisata ke pantai bisa jadi jawaban. Karena diyakini bisa meningkatkan sistem imun tubuh,” pungkasnya.

Topik
Berita MalangWisata di Malangjalur lintas selatan malangWisata PantaiPD Jasa Yasa Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru