Bakal calon bupati Malang dari jalur perseorangan Heri Cahyono di gedung DPRD Kabupaten Malang, Selasa (21/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Bakal calon bupati Malang dari jalur perseorangan Heri Cahyono di gedung DPRD Kabupaten Malang, Selasa (21/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati Malang dari jalur perseorangan, Heri Cahyono-Gunadi Handoko, mempersiapkan data kekurangan suara dukungan.

Hal itu disebabkan  data suara dukungan merupakan syarat awal pencalonan untuk selanjutnya sebagai prasyarat mengikuti rangkaian tahapan Pilkada Kabupaten Malang 2020 hingga ditetapkan sebagai calon bupati dan wakil bupati Malang. 

Baca Juga : Bentuk Tim Pemenangam, SanDi Kejar 70 Persen Suara di Pilkada Kabupaten Malang

Sebagai informasi, suara dukungan untuk pasangan Heri Cahyono-Gunadi Handoko masih kurang sebanyak 57.193 suara. Sebab, dari total 129.796 data suara dukungan yang diserahkan, hanya sekitar 72.603 suara yang lolos verifikasi faktual.

Sam HC, sapaan akrab Heri Cahyono, mengungkapkan bahwa dirinya telah mempersiapkan kekurangan suara dukungan sejak lama. Dia mengaku data dukungan cadangan itu memang dengan sengaja dipersiapkan untuk menambah suara dukungan yang kurang akibat tidak lolos verifikasi faktual. 

"Sebanyak 57 ribu itu kan belum fix. Aku iku wes nggolek nduwe (saya itu sudah mencari dan punya) dari ketika awal mendaftar. Aku keliling, ngambil," ujarnya , Selasa (21/7/2020). 

Dikonfirmasi terkait tambahan data suara dukungan yang diklaim telah dipersiapkan sejak awal pendaftaran, Sam HC mengatakan bahwa tinggal 10 persen lagi data tambahan untuk melengkapi kekurangan suara yang harus dikali dua tersebut.

Jadi, dari total kekurangan suara sebanyak 57.193 suara dan dikali dua, akhirnya berjumlah 114.386 suara dukungan yang harus di lengkapi oleh tim Malang Jejeg sebagai persyaratan tahapan Pilkada Kabupaten Malang 2020. "Sekarang cukup untuk itu. Tinggal nambah dikit. Iya kali dua, tingg dikit.  Kurang 10 persen dari dua kali lipat itu tadi," ujar Sam HC, sapaan Heri Cahyono. 

Dirinya menambahkan bahwa mengapa harus dipersiapkan dua kali lipat dari kekurangan suara dukungan. Sebab,  selain sesuai dengan aturan dari KPU, juga untuk disediakan sebagai bahan data cadangan ketika data suara dukungan itu ternyata menyalahi aturan.

"Dua kali lipat itu kan disediakan buat jaga-jaga. Kalau jadi ASN, jadi penyelenggara, jadi tentara, pindah rumah, meninggal," ucapnya.

Baca Juga : NasDem Panaskan Mesin Politik, Target Ulang Kemenangan Pilkada Kabupaten Malang 2015

Sam HC di tengah-tengah pembahasan dalam forum oleh tim hukum Malang Jejeg terkait pertimbangan keberatan kekurangan suara dukungan keluar karena terdapat janji dengan masyarakat di wilayah Kromengan dan Ngajum. Dirinya pun membantah bahwa melakukan walk out (WO) karena suaranya yang kurang dalam verifikasi faktual.

"Nggak. Aku waktunya pulang, waktunya sepeda motoran ke Ngajum. Ditunggu orang-orang di Kromengan sama Ngajum. Jadi gini, ini sudah janji. Ini (forum rapat pleno rekapitulasi) sangat penting, tapi saya kalau di dalam, nggak ngerti apa-apa," ungkapnya.

Meskipun dirinya tidak berada dalam forum, Sam HC telah mempercayakan semuanya kepada tim hukum dan manajemen dari Malang Jejeg terkait pertimbangan-pertimbangan keberatan kekurangan suara dukungan. 

Lebih lanjut Sam HC mengatakan, meskipun pada tahap rekapitulasi awal suara dukungan dirinya mengalami kekurangan,  dirinya tetap optimistis dapat lolos verifikasi faktual dan dapat ditetapkan sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Malang di Pilkada Kabupaten Malang 2020.