Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai NasDem Kabupaten Malang yang juga selaku Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza, Selasa (14/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai NasDem Kabupaten Malang yang juga selaku Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza, Selasa (14/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai NasDem Kabupaten Malang nampaknya mulai giat memanaskan mesin politik dari tingkat akar rumput untuk meraih kemenangan dalam Pilkada 2020. 

Seperti diketahui, NasDem telah melabuhkan harapan pada pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati, Sanusi-Didik di Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

Baca Juga : Banner Umar Usman Mulai Beredar di Jalanan, Pilkada Malang Semakin Panas

Hal ini merupakan fokus utama dari Partai NasDem untuk mengulang kemenangan seperti di Pilkada 2015 silam, saat itu NasDem mengusung pasangan Rendra-Sanusi. 

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai NasDem Kabupaten Malang, Amarta Faza menjelaskan bahwa saat ini dirinya tengah berkonsentrasi agar koalisi merah-biru terus berjalan. 

Sementara dari internal Partai NasDem, sedang melakukan sosialisasi ke kader-kader internal partai di seluruh wilayah Kabupaten Malang. 

"Tapi saat ini kita berkonsentrasi, koalisi merah biru ini teman-teman juga sudah mulai jalan untuk sosialisasi lah paling nggak dengan kader masing-masing," jelasnya saat mendampingi kunjungan kerja Bupati Malang di Tajinan, Selasa (14/7/2020). 

Faza pun menuturkan bahwa di tahun 2015 merupakan kemenangan dalam Pilkada Kabupaten Malang yang menunjukkan bagaimana mesin politik dari internal Partai NasDem bekerja dengan sungguh-sungguh untuk memenangkan kader internalnya yakni Rendra Kresna menjadi Bupati Malang bersanding dengan Sanusi selaku wakil bupati. 

"NasDem juga di tahun 2015 pernah mengusung Pak Rendra kan juga memenangkan, lah itu bagian juga dari mesin politik Partai NasDem. Lah ini secara internal kita mulai menghidupkan lagi mesin politik kita ini," ungkapnya. 

Faza yang saat ini menjabat sebagai Bendahara DPD Partai NasDem Kabupaten Malang menegaskan bahwa terkait keputusan dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai NasDem yang memberikan rekom pada Sanusi-Didik (SanDi) untuk diusung bersama di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 tidak ada mahar. 

"Kalau saat ini, tagline kita NasDem kan tanpa mahar ya. Jadi memang kita nggak ada mahar. Tapi yang dimaksud kita kejar mahar di sini ya, kalau njenengan (anda) tanya mahar, maharnya ya buat masyarakat," ungkapnya. 

Faza pun menilai, selama ini program-program yang telah dilakukan oleh incumbent telah berjalan dan itu ditujukan untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Malang. Harapan dari NasDem sendiri, melalui bakal pasangan calon SanDi ini dapat meneruskan program-program yang tengah berjalan. 

Baca Juga : Kampanye Saat Pandemi, KPU Kabupaten Malang Tunggu Rekomendasi Satgas Covid-19

"Ibaratnya dulu di 2015 NasDem mengusung Madep Manteb dan mengusung Rendra-Sanusi untuk berkontestasi di Pilkada 2015 dan menang," tandas Faza.

Untuk saat ini dari tim SanDi sendiri, Faza mengatakan bahwa akan mengusung tagline Malang Makmur yang merupakan kelanjutan dari visi Madep Manteb yang dibawa oleh Rendra-Sanusi di Pilkada Kabupaten Malang 2015.

"Ini di kontestasi saat ini kita minta untuk melanjutkan visi kita di Madep Manteb melalui Malang Makmur ini. Kami melihat Malang Makmur itu kelanjutan dari visi untuk Madep Manteb yang lebih berkelanjutan lagi," ujarnya. 

Sementara itu, terkait target suara yang sempat diutarakan oleh Ketua DPD Partai NasDem, Choirul Anam, Faza yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem di DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang mengatakan bahwa untuk target 70 persen suara tersebut itu sangat rasional. 

"Kita melihat 70 persen itu rasional ya. Dari mana? Dulu di tahun 2015 kita koalisi Rendra Kresna itu berhadapan dengan PDIP. Pada saat ini kita bergabung menjadi satu, maka kalau kita memiliki target yang mungkin dipandang orang optimis, menurut saya rasional saja. Itu yang kita lihat terkait target 70 persen," pungkasnya. 

Hal ini semakin meyakinkan Partai NasDem dengan mengusung SanDi akan memenangkan kontestasi di Pilkada Kabupaten Malang 2020 dengan perolehan suara hingga unggul 70 persen.