Plt Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara
Plt Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara

MALANGTIMES - Tahun ini, barang bekas diharapkan bisa menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jika melihat data yang dihimpun Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, penjualan barang bekas tersebut ditarget bakal mendulang pendapatan mencapai puluhan juta rupiah.

”Berdasarkan data yang kami peroleh, penjualan drum bekas ditarget mampu menyumbang PAD Kabupaten Malang sebanyak Rp 42 juta,” ungkap Plt (Pelaksana tugas) Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara.

Baca Juga : Belum Genap 7 Bulan, Sektor Penunjang PAD Kabupaten Malang Sudah Surplus

Sebagai informasi, penjualan barang bekas sendiri masuk dalam hasil penjualan aset daerah yang tidak dipisahkan. Di mana dalam pengelolaannya berada di bawah pendapatan lain-lain PAD yang sah.

”Target lain-lain PAD yang sah tahun ini adalah Rp 241,6 miliar,” terang pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang ini.

Target Rp 242,6 miliar tersebut, sejatinya mengalami penyesuaian jika dibandingkan dengan target awal. Pasalnya, pandemi Covid-19 membuat sendi-sendi pendapatan PAD mengalami penyusutan dan terpaksa targetnya harus diturunkan dan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

”Target awalnya adalah Rp 374,4 miliar. Akibat adanya pandemi covid-19 targetnya mengalami perubahan hingga mencapai kisaran Rp 130-an miliar menjadi Rp 242,6 miliar tadi,” terang Made.

Dari perubahan target tersebut, hingga pertengahan bulan Juli 2020, Bapenda Kabupaten Malang mampu meraup penghasilan sekitar Rp 181,6 miliar.

Baca Juga : Potensi Besar, Pemkot Malang Didorong Terapkan Parkir Online

”Dalam kurun waktu kurang dari 7 bulan targetnya sudah terealisasi sekitar 75 persen. Dengan begitu kami optimis penunjang PAD pada sektor ini bisa mengalami surplus,” pungkas Made.