Ilustrasi pembelian barang melalui situs e-commerce yang lebih memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan. (Foto: idcloudhaust.com)
Ilustrasi pembelian barang melalui situs e-commerce yang lebih memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan. (Foto: idcloudhaust.com)

MALANGTIMES - Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum teratasi membuat pola konsumsi masyarakat berubah. Kini, berbelanja melalui market place atau e-commerce makin diminati karena belanja di rumah dinilai minim potensi paparan penyakit Covid-19. 

Selain pola konsumsi yang berubah, jenis komoditas yang dicari pun turut terpengaruh. Jika sebelumnya produk fashion dan kecantikan menjadi primadona di e-commerce, kini posisinya tersaingi dengan produk-produk penunjang kesehatan.

Baca Juga : Potensi Menjanjikan, Dewan Target PAD Kota Malang Tembus Rp 3 Triliun

Seperti diketahui, Covid-19 yang masuk ke Indonesia sejak Maret, secara cepat membuat masyarakat mengubah pola transaksi jual beli yang lebih banyak melalui aplikasi e-commerce seperti Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Shoppee dan aplikasi e-commerce lainnya. 

Salah satunya dari e-commerce Lazada yang mencatat bahwa perubahan pola jual beli masyarakat yang lebih memilih untuk melakukan transaksi melalui online pada saat pandemi Covid-19 yang dari awalnya hanya sebuah keinginan, kini menjadi sebuah kebutuhan. 

SVP Traffic Operation Lazada, Haikal Bekti Anggoro mengungkapkan bahwa catatan terkait perubahan pola jual beli di masyarakat yang lebih memilih secara online berlangsung dalam rentang waktu Januari hingga Juni 2020. 

"Ada pergeseran dari keinginan dan pembelian impulsif, menjadi kebutuhan rumah dan sehari-hari sepanjang Januari-Juni 2020," ungkapnya SVP Traffic dalam webinar SME DigitalFest: Masa Depan Transformasi Digital di Indonesia, Sabtu (18/7/2020). 

Dalam penjelasannya, Haikal menyebutkan bahwa terdapat lima sub kategori produk yang menjadi fokus pembelian para konsumen dengan peningkatan yang cukup drastis hingga pada Juni 2020.  

Selama masyarakat menerapkan himbauan pemerintah untuk tetap di rumah saja, sub kategori berkebun dan luar rumah menjadi yang tertinggi peminatnya karena masyarakat banyak yang beralih untuk membuat kebun kecil di rumah sebagai penambah aktivitas di tengah pandemi Covid-19. 

Selain itu dari sub kategori olahraga juga alami peningkatan yang cukup drastis. Seiring imbauan untuk di rumah saja serta meminimalkan kegiatan, masyarakat di tengah pandemi Covid-19 akhirnya beralih dengan olahraga bersepeda yang lebih intens. 

Hal itu lah yang membuat daya beli masyarakat untuk memiliki sepeda sangat tinggi, apalagi yang sekarang lagi tren dan paling diminati oleh masyarakat sepeda lipat yang alami peningkatan mencapai 10 kali lipat dari kondisi sebelumnya. Ini merupakan salah satu alasan mengapa harga sepeda di pasaran Indonesia naik drastis yang kenaikannya mencapai 100 persen. 

"Kalau dulu sepeda gunung atau sepeda anak yang banyak dibeli, sekarang bergeser jadi sepeda lipat," ujarnya. 

Sementara itu Haikal mengatakan bahwa dari catatan Lazada, produk kesehatan pun menjadi yang diminati oleh masyarakat seperti suplemen, madu dan juga masker wajah. Baik itu masker medis maupun masker kain yang peningkatannya mencapai 36 kali lipat. 

"Pada Januari ketika sebut masker wajah itu untuk perawatan, tapi saat masuk Maret masker wajah itu definisinya berubah total, jadi masker medikal atau masker bahan kain," sebutnya. 

Baca Juga : Apa Itu Resesi? Sempat Disinggung Jokowi dan Saat Ini Melanda Singapura

Jadi pertumbuhan daya beli masyarakat selama hanya kurang lebih dalam waktu tiga bulan saja, peningkatannya cukup drastis khusus untuk masker. 

Sampai harga masker medis di awal-awal munculnya Covid-19 sempat alami kelangkaan dan diperjual belikan hingga ratusan ribu rupiah sampai jutaan rupiah, tergantung dengan jenis masker medis yang diminta oleh masyarakat. 

Lambat laun konsumsi masker medis di masyarakat umum berkurang secara perlahan, karena masyarakat mendapatkan edukasi dari pemerintah bahwa masker medis hanya untuk tenaga medis. 

Akhirnya perlahan masyarakat beralih dan lebih meminati masker berjenis kain yang dapat di cuci serta dapat digunakan berkali-kali. Sehingga lebih hemat dalam konsumsi masker. 

Serta hingga sampai saat ini banyak para pedagang baik yang melalui aplikasi e-commerce maupun yang berada di jalanan menjual masker kain dengan berbagai macam varian hingga yang terbaru bergambarkan separuh wajah seseorang. 

Lebih lanjut Haikal mengatakan bahwa daya beli masyarakat terhadap kebutuhan dapur pun mengalami peningkatan. Seperti sayur-mayur dan bumbu dapur diantaranya jahe, lengkuas, laos, sereh, kunyit, kunir dan lain sebagainya termasuk yang mengalami peningkatan daya beli di masyarakat. 

"Kebutuhan dapur melonjak naik, itu mulai dari tepung, beras, sayur-mayur, hingga jahe dan lain-lain, yang juga disebut empon-empon," pungkasnya. 

Peningkatan pembelian empon-empon semakin meningkat berdasarkan beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa empon-empon dapat membantu proses penyembuhan penyakit dan meningkatkan imunitas tubuh. 

Selain kebutuhan untuk manusia, juga terdapat peningkatan transaksi yang berbasis e-commerce di sektor kebutuhan makanan hewan peliharaan seperti kucing, anjing dan ikan.