Wanita Asal Kediri Menangis Terisak di Depan Taman Trunojoyo, Diduga Jadi Korban Gendam

Jul 18, 2020 22:07
Wanita asal Kediri yang diduga menjadi korban gendam pria kenalannya ( kanan) (istimewa)
Wanita asal Kediri yang diduga menjadi korban gendam pria kenalannya ( kanan) (istimewa)

MALANGTIMES - Seorang wanita paruh baya, ditemukan petugas keamanan di kawasan Taman Trunojoyo, Klojen, Kota Malang dalam kondisi terisak-isak menangis, pasca tinggal oleh seorang pria di depan Taman Trunojoyo, Sabtu (18/7/2020), sekitar pukul 15.00 wib.

Setelah dihampiri petugas dan digali penyebab ia menangis terisak-isak, baru diketahui jika wanita tersebut ternyata diduga merupakan korban gendam oleh seorang pria yang baru dikenalnya.

Baca Juga : Polisi Tangkap 6 Pelaku Kongkalikong Curi HP Teman, Miris 5 Pelaku di Bawah Umur

Chandra Adi Pamungkas (36), petugas sekitar lokasi yang sempat menemui korban menjelaskan, jika wanita tersebut diketahui berasal dari Kediri. Namun saat itu Chandra belum sempat menanyakan nama korban. Chandra menemukan wanita tersebut setelah curiga melihat wanita tersebut terus menangis.

"Saya awalnya lihat seorang pria dan wanita berhenti duduk, setelah itu saya lihat kok wanitanya sendiri, si pria sudah pergi, tapi saya masih belum curiga. Baru setelah saya lihat menangis, saya datangi dan saya tanya, ternyata jadi korban itu. Kalau nama korban saya juga belum sempat tanya, dia jawab sambil menangis terus tadi," bebernya.

Informasi yang digali dari korban,  sebelumnya korban kenal dengan seorang pria di Kediri. Setelah itu, pria tersebut meminta korban untuk mengantarkannya dengan sepeda motor menuju Malang.

"Saat itu korban katanya dijanjikan mau dibayar Rp 1 juta jika mau mengantarkan. Korban akhirnya mau mengantar ke Malang," jelasnya ditemui di lokasi kejadian.

Setelah sampai di Kota Malang, korban dan pelaku berhenti di depan Taman Trunojoyo atau tepatnya di Jalan Ronggo Warsito, Klojen, Kota Malang. Di situ pelaku kemudian menurunkan korban di depan sebuah rumah berpagar merah.

Rumah berpagar merah tersebut dikatakan pelaku merupakan rumah mandor dari tempat pelaku kerja. Korban sendiri saat itu masih mempercayai semua ucapan pelaku dan tidak curiga akan gelagat pelaku.

"Korban kemudian diminta menunggu oleh pelaku. Pelaku alasan mau ke daerah Kampung Warna-warni ke lokasi kerjanya menemui temannya mengambil uang, setelah itu balik untuk ngasi uang ke korban. Korban diminta menunggu, di rumah kontrakannya mandor pelaku, padahal di sini nggak ada kontrakan," bebernya.

Sebelum pergi membawa membawa motor korban, pelaku kemudian sempat meminjam HP milik korban. Saat itu tanpa curiga, korban menurut saja apa perkataan pelaku dan memberikan HP miliknya. Setelah itu, pelaku kemudian pergi meninggalkan korban.

Baca Juga : Teman Makan Teman, Driver Ojol Ini Maling Ponsel Milik Rekannya Sesama Ojol

"Pelaku juga pinjem HP korban, sama korban dikasih, nggak curiga malah nurut saja. Setelah itu pelakunya pergi, sama korban ditunggu lama nggak kembali, apalagi dompet isinya identitas, uang sama STNK juga ada di dalam jok," ungkapnya.

Karena melihat korban yang terus menangis, Chandra yang iba kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan telah dibawa untuk digali keterangan maupun identitasnya lebih lanjut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, dikonfirmasi perihal tersebut mengaku masih belum mendapatkan laporan terkait kasus tersebut.

"Masih belum ada laporan," pungkasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru