Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata yang melakukan rilis kasus curat (Ist)
Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata yang melakukan rilis kasus curat (Ist)

MALANGTIMES - Polisi Polresta Malang Kota, menangkap enam pelaku pencurian dengan pemberatan (curat). Mirisnya lima dari enam pelaku merupakan anak di bawah umur.

Keenam pelaku tersebut yakni, Effendi Arianto (23) warga Jalan Muharto, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, R (15) warga Jalan Muharto Gang VI, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, RF (15) warga Jalan Ki Ageng Gribik, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, RIp (16), AAP (15), GAS (15) ketiganya warga Jalan Lesanpuro, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Baca Juga : Teman Makan Teman, Driver Ojol Ini Maling Ponsel Milik Rekannya Sesama Ojol

Keenam pelaku, saling kongkalikong alias kerjasama melakukan pencurian HP milik dua korban yang merupakan temannya sendiri. Saat itu HP milik dua korban diletakkan di dalam jok sepeda motor. Kejadian tersebut terjadi pada 12 Juni 2020, sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Polehan Permadi, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Saat itu, keenam pelaku bersama dua korban tengah berkumpul bersama. Korban yakni RA (16) dan BM (14) warga Jalan Ki Ageng Gribik, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang kemudian dialihkan perhatiannya dengan diajak pergi oleh pelaku RF dan GA. Sebelum pergi, pelaku AAP meminta dua korban untuk meletakkan HP miliknya di dalam jok motor korban yang terparkir. Di situ pelaku beralasan agar HP korban tidak hilang ketika pergi membeli makanan.

Korban yang tak curiga dengan pelaku, kemudian menuruti permintaan pelaku untuk meletakkan HP miliknya di dalam jok motor, dan setelah itu pergi.

Dan di saat kedua korban pergi, pelaku RA kemudian mencoba mencuri HP korban. Pelaku berusaha mengangkat jok motor dan kemudian memasukkan tangannya. Namun karena kesulitan, pelaku lantas meminta bantuan temannya yang lain.

"Setelah diambil, dua HP korban kemudian diambil dan disembunyikan di kotak buku yang ada di sekitar makam agar tidak ditemukan korban," beber Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata, Rabu, (1/7/2020).

Lanjutnya, ketika korban datang dan mendapati HP miliknya telah hilang, kemudian korban sempat menanyakan pada para pelaku. Saat itu para pelaku kemudian beralibi jika sebelumnya mereka sempat didatangi oleh oknum pemuda yang tengah mabuk.

Pemuda tersebut dikatakan para pelaku memukuli para pelaku dan juga mengancam dengan menggunakan senjata tajam.

Baca Juga : Simpan Tas dalam Jaket, Pedagang Snack Ditendang Pelaku Jambret Hingga Terjatuh dari Motor

"Mereka (pelaku) mengarang cerita, jika sebelumnya didatangi pemuda mabuk yang memukuli dan kemudian diambil HP nya di dalam jok. Untuk lebih meyakinkan, pelaku R juga meminta korban menggeledah kelimanya, namun tidak didapati HP miliknya. Setelah itu korban pulang dan cerita kepada orangtuanya yang langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota," bebernya.

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan. Laporan kepolisian sendiri bukan curat melainkan pencurian dengan kekerasan seperti yang diceritakan teman korban.  Namun setelah pendalaman, ditemukan fakta jika kejadian sebenarnya adalah Curat.

"Salah satunya langsung digeledah, dan ditemukan barang bukti dua HP. EA ditangkap di pinggir Jalan Muharto, 11 Juli 2020. Dan kemudian dikembangkan ke pelaku lain itu," ungkapnya.

Sementara itu pelaku mengaku melakukan pencurian untuk nantinya akan dijual dan uangnya digunakan untuk membeli minuman. Para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Curat dengan ancaman tujuh tahun penjara. Namun untuk pelaku di bawah umur, penanganannya khusus ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).