Ilustrasi Mimpi (Ist/GoogleImages)
Ilustrasi Mimpi (Ist/GoogleImages)

MALANGTIMES - Banyak persepsi orang terhadap mimpi, ada yang menganggap sekadar bunga tidur dan ada pula yang menilai bahwa mimpi adalah gambaran dari kondisi batin yang tengah dihadapi.

Selain memimpikan kejadian, tempat, atau sosok-sosok yang dekat dengan keseharian, sebagian orang tentu pernah memimpikan sosok orang asing atau orang yang belum pernah ditemui sebelumnya.

Baca Juga : Cerita Gus Idris: Dari Santet Balasic hingga Pertarungan dengan Jin Timur Tengah

Ada yang hanya memimpikan satu kali, ada juga yang merasa melihat sosok asing yang sama setiap kali bermimpi. Setelah bangun dari tidur dan mengingat mimpinya, ada beberapa orang yang merasa aneh karena memimpikan beberapa orang yang tidak mereka kenal.

Para ahli psikologi modern menjelaskan sebenarnya orang asing yang berada dalam mimpi tersebut pernah ditemui sebelumnya, tetapi keberadaannya tidak disadari. Misalnya, saat tidak sengaja berpapasan ketika dalam perjalanan, menonton televisi, melihat foto-foto orang lain, dari media sosial, atau dari mana saja.

Meskipun hanya melihat sepintas, tetapi alam bawah sadar sudah menyimpan fitur wajah tersebut. Sehingga, suatu saat wajah orang-orang yang pernah dilihat walau sepintas tersebut ditampilkan kembali ketika bermimpi.

Namun, penjelasan yang berbeda disampaikan oleh psikolog dan pakar psikologi Islam Fuad Nashori. Penulis buku Psikologi Mimpi dan Psikologi Tidur ini menerangkan bahwa pada waktu tidur jiwa manusia berkelana melewati batas ruang dan waktu.

Menurutnya, dalam perjalananya itu, jiwa manusia bergerak kembali kepada Allah. Dalam perjalanannya melewati lapis-lapis langit, jiwa manusia berkesempatan untuk melihat berbagai peristiwa dan orang yang sudah pernah ditemuinya dan belum pernah ditemuinya.

"Mengapa misalnya ada seseorang bermimpi dengan seseorang yang tidak dikenalnya dan kemudian melalui suatu proses menjadi pasangan hidupnya, tidak lain karena Allah sedang memperkenalkan seseorang yang menjadi figur penting di masa depannya," terang Fuad Nashori.

"Ada sebuah kejadian di mana seorang wanita menyampaikan kegelisahan dan harapan kepada sahabatnya. Ia merasa sudah waktunya menikah sementara belum ada lelaki yang baik yang meminangnya," lanjut Ketua Magister Profesi Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini saat memberikan satu contoh.

Baca Juga : Miliki Fisik Sempurna, Ketampanan Rasulullah SAW Lebih Indah dari Purnama

Dia mengatakan, usai melakukan salat tahajud dan salat hajat, perempuan tersebut lantas melihat wajah orang asing di mimpinya. Tak disangka, ada seorang teman yang lantas mengenalkan seseorang yang wajahnya serupa dengan wajah di mimpinya.

"Ketika dia buka pintu, dia sadar bahwa lelaki itu adalah seseorang yang hadir dalam mimpinya. Melalui suatu proses, akhirnya mereka berjodoh," kata Fuad Nashori menguraikan contohnya.

Fuad Nashori yang pernah mendapat Islamic Psychology Award tahun 2019 dari Pengurus Pusat Asosiasi Psikologi Islam Himpsi mengungkapkan bahwa peristiwa di atas menunjukkan bahwa jiwa manusia bertemu dengan seseorang yang tidak dikenal, hal tersebut bisa jadi merupakan petunjuk dari Allah.

Fuad pun mengutip salah satu ayat Al-Qur'an surat Az-Zumar ayat 42. "Allah berfirman: Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir," ujarnya.

Selanjutnya, Fuad Nashori mengungkap bahwa saat Allah memegang jiwa manusia yang sedang tidur, dan jiwa manusia itu dalam keadaan suci dikarenakan usaha ruhaninya seperti salat malam, jiwa manusia mudah mendapatkan cahaya kebenaran. "Salah satu wujud cahaya kebenaran  adalah bertemu wajah-wajah yang bahkan mungkin belum pernah dilihatnya," pungkasnya.