Petugas gabungan dari unsur Satpol PP Kabupaten Malang beserta jajaran Muspika Kecamatan Gondanglegi saat melakukan penggerebekan di eks Lokalisasi Girun Gondanglegi, Rabu (15/7/2020). (Foto: Istimewa)
Petugas gabungan dari unsur Satpol PP Kabupaten Malang beserta jajaran Muspika Kecamatan Gondanglegi saat melakukan penggerebekan di eks Lokalisasi Girun Gondanglegi, Rabu (15/7/2020). (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang akan segera melakukan pembongkaran bangunan rumah atau bilik-bilik bercinta di eks Lokalisasi Girun yang berada di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah (Kabid P2D) Satpol PP Kabupaten Malang, Bowo. Bahwa nantinya sekitar 20 rumah yang digunakan sebagai tempat bercinta para hidung belang dengan PSK (Pekerja Seks Komersial) di eks Lokalisasi Girun tersebut akan segera dilakukan pembongkaran.

Baca Juga : Bupati Malang Sanusi Masih Kaji SOP Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi Covid-19

"Pada saat itu sudah ditutup dan katanya dialihfungsikan sebagai pasar burung, tapi nyatanya sampai saat ini masih digunakan untuk prostitusi. Kita akan usulkan rumah petak ini dibongkar, karena dari sisi pemilik itu tidak memiliki bukti apapun," ujarnya ketika dikonfirmasi awak media, Kamis (16/7/2020).

Terkait bukti kepemilikan yang tak dapat ditunjukkan oleh para pemilik rumah, Bowo mengatakan bahwa rumah-rumah tersebut berdiri di lahan PT. KAI (Kereta Api Indonesia). 

Terkait hal tersebut, Satpol PP Kabupaten Malang akan melaporkan progres terkait penanganan eks Lokalisasi Girun serta akan mengusulkan ke Bupati Malang HM. Sanusi untuk melakukan pembongkaran.

Sebagai informasi, Lokalisasi Girun pada tahun 2014 telah dilakukan penutupan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Tetapi pada sekitar tahun 2017-2018 ternyata tempat pemuas hawa nafsu ini masih beroperasi secara diam-diam.

Puncaknya dari laporan masyarakat yang resah, pada Juli 2020 petugas gabungan berhasil mengamankan 7 PSK dan 5 pria hidung belang yang tak memiliki hubungan suami-istri yang sah sedang melakukan hubungan layaknya suami-istri.

Sementara itu, Bowo mengatakan bahwa jajarannya ke depan akan melakukan razia serupa di wilayah Kabupaten Malang yang disinyalir menjadi tempat prostitusi pemuas hawa nafsu yang sangat meresahkan masyarakat.

Baca Juga : Truk Tebu Kerap Jadi Biang Kemacetan, Ini Kata Dishub Kabupaten Malang

"Sementara ini kita konsentrasi di Girun. Nanti akan bergerak ke tempat lainnya," pungkasnya. 

Karena beberapa hal yang diresahkan dan ditakutkan oleh masyarakat, salah satunya yakni persebaran penyakit yang setiap saat dapat hinggap di tiap-tiap orang yang melakukan hubungan intim.

Untuk di eks Lokalisasi Girun sendiri, PSK yang menjual diri di sana sebagian besar berasal dari luar daerah Kabupaten Malang dengan rentang umur antara 30-40 tahun. Selain itu menurut berbagai sumber, untuk bermesraan bersama PSK para pria hidung belang harus merogoh kocek antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu untuk sekali main.