Lokasi kejadian penjambretan pedagang kripik di Pasar Madyopuro (Anggara Sudiongko /MalangTIMES)
Lokasi kejadian penjambretan pedagang kripik di Pasar Madyopuro (Anggara Sudiongko /MalangTIMES)

MALANGTIMES - Nahas menimpa Sri Soesiani Menayang (51) warga Perum Sawojajar 2, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Perempuan yang merupakan penjual kue di Pasar Madyopuro tersebut menjadi korban jambret, Sabtu (11/7/2020).

Peristiwa tersebut bermula saat korban mengendarai motor Yamaha Mio melewati Jalan Danau Sentani Raya, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pukul 05.00 wib.

Baca Juga : Kronologi Lengkap Bocornya Data Denny Siregar, Pelaku Ditangkap hingga Motif Kejahatan

Saat tiba di depan sebuah kampus yang berada di sekitar lokasi, terdapat seorang pria yang terlihat mendekati korban dari arah belakang.

Begitu dekat dengan korban, pelaku langsung menendang motor korban hingga membuatnya terjatuh dari motor dan sempat membuat korban mengalami luka memar pada beberapa bagian tubuh.

Melihat korban terjatuh, pelaku kemudian menghampiri korban dan setelah itu pelaku langsung merampas tas selempang korban dan segera melarikan diri.

Diduga saat itu pelaku telah lama memantau korban. Sebab pelaku tau jika korban membawa tas meskipun diselipkan oleh korban di dalam jaket dan diletakkan di bagian depan. 

"Saya setiap hari lewat sini juga, tapi aman-aman saja. Pelaku mendekati saya dari arah belakang sisi kanan. Langsung menendang motor yang saya pakai. Setelah itu pengendara motor itu langsung menarik paksa tas selempang yang saya pakai," jelasnya.

Korban yang melihat pelaku melarikan diri hanya bisa pasrah. Korban yang shock, kemudian tidak melanjutkan perjalanannya ke Pasar Madyopuro. Korban singgah di rumah temannya yang berada di sekitar Pasar Madyopuro.

Baca Juga : Hanya Butuh 38 Detik, Pelaku Bobol Gembok Pagar dan Bawa Kabur Sepeda Motor

"Setelah tenang, saya kemudian segera ke kantor polisi untuk melapor," bebernya.

Sementara itu, akibat kejadian tersebut, korban menderita kerugian kurang lebih sekitar Rp 2 juta. Di dalam isi tas korban, berisi uang tunai Rp 500 ribu, HP, surat penting seperti SIM, STNK, KTP maupun surat berobat.

Korban sendiri juga tidak mengetahui jelas ciri-ciri pelaku, sebab kejadian tersebut begitu cepat dan membuat korban syok.