Rapper Saykoji (Foto:  Femina)
Rapper Saykoji (Foto: Femina)

MALANGTIMES - Cuitan Twitter rapper Saykoji mendadak ramai dikomentari warganet.  Itu setelah Selasa (14/7/2020) Saykoji mengunggah foto dengan latar hitam bertuliskan "Is School Still Relevan?" melalui akun Twitter @saykoji.

Selain itu, Saykoji mempertanyakan pembayaran uang sekolah dan buku cetak di tengah pandemi covid-19 ini.  "Bayar uang sekolah dan buku cetak di tengah pandemi begini? ujarnya.  

Baca Juga : Pembobol Data Denny Siregar Ditangkap, #BoikotTelkomsel Keluhan Pelanggan Jadi Trending

 

Bahkan, Saykoji sampai mengajak para orang tua dan me-mention akun Twitter @Kemdikbud_RI untuk berdiskusi.  "Ayo orang tua, ayo  @Kemdikbud_RI let’s talk," tulis cuitan Saykoji.

Tak ayal, unggahan Saykoji itu langsung diserbu oleh warganet.  Terutama para orang tua yang anaknya masih sekolah.  

Beberapa dari mereka juga berdebat tentang berbedaan pembayaran di sekolah negeri vs swasta.  Bagi orang tua yang anaknya bersekolah di sekolah negeri, hal itu dianggap sebagai kebijakan yang merugikan orang tua.  

Sedangkan orang tua yang anaknya bersekolah di sekolah swasta mengaku memaklumi kebutuhuan sekolah agar tetap bisa memberi gaji tenaga pengajar.

"Anakku sekolah swasta dan masih bayar full. Di sisi lain, istri guru TK yang di-PHK karena ga ada murid yang daftar sama sekali. Makanya saya tetap sadar bayar sekolah anak. Walau uang kegiatan dll ditiadakan. Buat sekolah swasta apalagi yg kecil mrk kesulitan bayar gaji guru," tulis akun @temulawakasli.

"Iya bang,adik saya dua duanya baru masuk sekolah satu smp dan satu sma,tp di awal masuk disuruh bayar sumbangan awal tahun yang nominalnya mayan besar padahal sekolah negeri -_-," curhat akun @Ulhaaqq.

Baca Juga : Dikeluhkan Pelanggan, PDAM Kota Malang Tegaskan Tak Ada Kenaikan Tarif Sejak 2017

 

Di sisi lain, mereka juga memperdebatkan biaya sekolah swasta yang terus berjalan untuk kebutuhan operasional. Sementara, orang tua siswa sekolah negeri meminta biaya agar dipenuhi negara.  

"Klo utk urusan buku cetak sejak lama sudah problematis sih. Banyak buku yg jelas2 tidak akan terpakai terpaksa dibeli entah kenapa. Murid dan orangtua tidak bisa berkilah dan menentukan. Semua ada di pihak sekolah dan kita tidak tau apa alasannya," komentar akun @bebassabeb.

"Posisi serba salah di sklh swasta, di satu sisi ortu siswa terdampak pandemi pada protes minta utk tdk bayar/dpt potongan biaya sekolah, di satu sisi ada guru yg terancam gak dpt gaji krn ortu nunggak bayar sekolah, padahal guru juga tetep kerja ngajar daring dan siapin materi," tulis akun @Viyonaarsita.