Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat melihat protokol kesehatan di Alun-Alun Kota Batu beberapq saat lalu.
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat melihat protokol kesehatan di Alun-Alun Kota Batu beberapq saat lalu.

MALANGTIMES - Belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Alun-Alun Kota Batu jika tidak menikmati pemandangan Kota Batu dari bianglala di kawasan ini. Karena itu, bianglala yang menjadi ikon di Alun-Alun Kota Batu ini selalu ramai. Banyak yang antre untuk naik bianglala. 

Bahkan, pada saat pandemi Covid-19, wisatawan pun banyak yang antre untuk menikmati bianglala. Meskipun untuk menikmati wahana ini, harus melewati protokol kesehatan yang ketat. 

Baca Juga : Ngopi Asyik di Atas Bus Keliling Kota Malang, Ini Jadwal, Tarif, Rute dan Fasilitasnya

Untuk antre masuk atau membeli tiket bianglala harus menerapkan physical distancing. Saat di dalam bianglala juga demikian, jika semula bisa ditumpangi 4 orang, kini hanya bisa diisi oleh 2 orang saja.

“Kalau sebelum pandemi sampai 400 orang yang naik bianglala, kalau pandemi ini turun kurang lebih 200 orang per harinya,” ungkap Sekretaris Pengelola Alun-Alun Kota Batu Fatma Wati.

Ya meski turun dari sebelum pandemi, namun itu masih dalam kategori lumayan ramai. Sebab dalam seharinya Alun-Alun Kota Batu membatasi pengunjung maksimal 300 orang. 

Selain itu pengunjung tidak perlu khawatir, sebab bianglala juga dilakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Seperti sebelumnya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup, TNI/Polri, dan sebagainya di Alun-Alun Kota Batu.

Baca Juga : Predator Fun Park Mulai Buka, Kunjungan Wisatawan Lumayan

Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, dan wisatawan tetap aman selama juga menerapkan protokol kesehatan. Selain itu di sana juga disiapkan tempat mencuci tangan.