Traveler saat menikmati sajian kopi dari atas Bus sambil berkeliling Kota Malang. (Ahmad Nur Amin/MalangTIMES).
Traveler saat menikmati sajian kopi dari atas Bus sambil berkeliling Kota Malang. (Ahmad Nur Amin/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Aktivitas ngopi dan jalan-jalan menjadi salah satu kesenangan yang tak bisa lagi dinikmati dengan leluasa selama pandemi Covid-19 warga Kota Malang maupun wisatawan yang tengah berkunjung ke kota pendidikan ini.

Namun, sekarang ada cara kekinian biar bisa ngopi asyik sembari berkeliling kota. Misalnya dengan mengendarai bus mewah yang memberikan sensasi tersendiri.

Baca Juga : Segera Hadir Coban Sadang Alas Pujon! Menikmati Air Terjun Sambil Nongkrong di Kafe Pohon

Meski taman-taman, hingga destinasi wisata tematik unggulan yang menjadi tujuan liburan masih ditutup tetapi masih bisa dinikmati pemandangannya dari jauh. 

Seperti yang dihadirkan perusahaan otobus Pandawa 87 ini. Pemiliknya menyulap bus pariwisata menjadi sebuah kafe keliling. Sajian kopi di atas bus dihadirkan untuk dinikmati penumpang sambil berkeliling Kota Malang. 

Selain minum kopi, wisatawan juga bisa menikmati makanan ringan yang disajikan. Traveler juga bisa melihat pemandangan Kota Malang yang bakal melintasi bangunan-bangunan ikonik dari dalam bus. 

Bertajuk 'Ngipok Uklam 87', rombongan bus akan mulai berangkat dari pusat Distro Realizm87 yang berada di Jalan Soekarno Hatta. Kemudian berjalan ke arah utara melintasi Taman Krida Budaya menuju Patung Pesawat Soekarno-Hatta. 

Selanjutnya, para traveler akan diajak untuk melintasi kawasan Arjosari hingga ke pusat oleh-oleh Kripik Tempe Sanan. Lalu, menuju ke Stasiun Malang dan berlanjut ke Alun-Alun Tugu di depan Balai Kota Malang. 

Nah, di sini traveler akan diberhentikan sejenak untuk menikmati taman kota Alun-alun Tugu. Traveler diberikan waktu untuk turun dari Bus kemudian dipersilahkan untuk berswafoto atau mengabadikan momentum di taman kota. 

Setelah dari kawasan Alun-alun Tugu, rombongan akan dibawa ke kawasan cagar budaya Ijen Boulevard. Di sini traveler juga diperbolehkan turun dari bus sejenak untuk menikmati bangunan-bangunan heritage di sepanjang Jalan Ijen mulai dari bangunan rumah kuno, perpustakaan kota, Museum Brawijaya, hingga pedestrian. Setelah itu rombongan akan dibawa kembali ke titik kumpul. 

"Ngopi Uklam 87 ini sudah sekitar dua minggu yang lalu hadir sebagai alternatif wisata di tengah pandemi," kata CEO Pandawa87, Gian Aljabal. 

Gian mengungkapkan, konsep dari Ngopi Uklam 87 ini terinspirasi dari pengalamannya saat singgah ke luar negeri. Di sana dirinya melihat bus yang dimanfaatkan untuk aktivitas wisata keliling kota. 

Dalam hal ini, ia lantas memadukannya dengan hal yang saat ini juga tengah menjadi tren yaitu kopi. Sehingga wisatawan menikmati pemandangan Kota Malang sambil ngopi. 

Di samping menawarkan konsep wisata baru. Inovasi ini dilakukan karena PO Bus Pandawa 87 turut terdampak pandemi Covid-19. Apalagi sektor pariwisata masih sepi pengunjung, sehingga dia pun mengkreasikan untum mengubah bus pariwisata miliknya menjadi kafe keliling.

"Ibaratnya di tengah pandemi ini, bus kan tidak beroperasi karena PSBB dan segala macam. Empat bulan bus saya tidak jalan (beroperasi). Jadi daripada bus off, kami mengadakan ngopi keliling. Kolaborasinya dengan Realizm87, Amstirdam juga," ungkapnya. 

Di sini ia tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Para pelancong, sebelum memasuki bus harus melalui segala macam aturan.

Baca Juga : Pasca Corona, Warga Butuh Hiburan, Ini 3 Waterpark Paling Ngehit di Indonesia Bakal Diserbu Wisatawan

Mereka diwajibkan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kemudian mereka di cek suhu tubuhnya dengan thermo gun, baru jika sesuai diizinkan untuk masuk ke dalam bus. 

Bagi rombongan satu keluarga akan ditempatkan dalam satu meja. Sedangkan bagi sepasang traveler dia akan ditaruh dalam satu meja namun dengan menerapkan physcial distancing. Selanjutnya kopi dan makanan ringan akan dikirim oleh pramusaji.

Setelah makanan dan minuman kopi sampai di meja traveler. Pemandu wisata akan memimpin perjalan rombongan kafe bus selama perjalanan. 

Untuk harga yang dibandrol bagi traveler yang ingin menaiki bus ini, sebesar Rp 50 ribu. Tiket itu sudah termasuk kopi dan makanan ringan yang disajikan selama berada di dalam bus. 

"Kita buat program Ngipok Uklam bahasa Malang yang artinya ngopi sambil berjalan di atas bus. Sementara di Malang ini satu bus saja. Tujuannya juga untuk mengedukasi masyarakat bahwa di Malang ini banyak sekali objek wisata terutama wisata-wisata bersejarah yang bisa dipakai untuk refreshing maupun untuk menambah pengetahuan," paparnya. 

Untuk pelaksanaan keberangkatan, 'Ngipok Uklam' ini dibuka setiap hari. Namun, dibagi setiap sesinya. 

Setiap hari selain Jumat jam keberangkatan dibagi empat sesi. Yakni pukul 10.00, 13.00, 16.00 dan 19.00 WIB. Sedangkan hari Jumat, hanya tersedia tiga sesi pukul 13.30, 16.00, dan 19.00 WIB. 

Di dalamnya, juga dilengkapi fasilitas unit armada bus seperti AC, tempat duduk eksekutif, toilet, full musik atau karaoke, serta pemandu wisata selama perjalanan. 

"Masyarakat yang ingin booking bisa ke sosial media kami. Bisa dari instagram atau facebook. Kita lebih ke instagram, bisa menghubungi kami," tandasnya. 

Salah satu wisatawan asal Kota Malang, Cici Putri mengungkapkan dengan hadirnya Ngipok Uklam ini dirinya merasakan sensasi baru menikmati kopi. Apalagi, sambil berkeliling kota melihat suasana destinasi bangunan atau gedung-gedung ikonik. 

"Ini sensasi baru ya. Soalnya di Malang kan baru ada ngopi sambil keliling Kota Malang. Jadi sambil liat-liat kayak suasana kota itu kayak gimana. Rute yang dilalui juga sangat menarik," katanya.