Beberapa pasien saat melakukan isolasi di shelter Hotel Mutiara Baru.
Beberapa pasien saat melakukan isolasi di shelter Hotel Mutiara Baru.

MALANGTIMES - Penambahan pasien konfirm positif Covid-19 diakui Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dari kluster keluarga. Sayangnya, hingga saat ini masih ada pasien yang dinyatakan konfirm positif itu memilih untuk isolasi mandiri di rumah.

Dewanti mengatakan, jika isolasi secara mandiri memiliki risiko lebih tinggi yang berujung pada penularan anggota keluarga lainnya. Lantaran berada dalam satu atap, risiko menggunakan barang bersamaan bisa terjadi.

Baca Juga : 98 Pejabat Pemkab Malang Jalani Rapid Test, 14 Reaktif 1 Positif Covid-19

“Kalau kamar mandinya cuma satu otomatis menggunakan kamar mandi yang sama. Alat makannya, juga demikian dan sebagainya. Dan ini risiko tinggi,” ucapnya. 

Karena itu lebih aman jika para pasien itu isolasi di shelter maupun rumah sakit yang sudah disiapkan oleh Pemkot Batu. Apalagi dengan hadirnya shelter ini tidak memungut biaya alias gratis, bahkan dijamin. 

Sehingga Dewanti sangat menginginkan pasien positif di Kota Batu bisa melakukan isolasi di shelter, tentunya demi kebaikan bersama dan bisa cepat sembuh. 

“Akan kami koordinasikan lagi dengan Dinas Kesehatan Kota Batu. Supaya bagi mereka yang isolasi di rumah bisa dipindahkan ke shelter,” imbuhnya.

Ya hingga saat ini jumlah akumulatif pasien konfirm Covid-19 jumlahnya 126, tersisa ada 87 orang yang konfirm. Dengan rincian 16 orang dirawat di rumah sakit.

Baca Juga : Giliran Jalan Binor Kelurahan Bunulrejo Terapkan Lockdown Lokal

Lalu 36 orang lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah, dan 35 orang isolasi di shelter. 32 orang lainnya sembuh, dan sisanya 7 orang meninggal dunia.