Jajaran Satlantas Polres Malang sedang memberikan pengarahan terhadap para pengemudi truk angkut tebu di Ruang Rapat PG Krebet Baru, Senin (13/7/2020). (Foto: Satlantas Polres Malang)
Jajaran Satlantas Polres Malang sedang memberikan pengarahan terhadap para pengemudi truk angkut tebu di Ruang Rapat PG Krebet Baru, Senin (13/7/2020). (Foto: Satlantas Polres Malang)

MALANGTIMES - Musim giling di wilayah Kabupaten Malang identik dengan kemacetan. Lalu lintas akan terhambat berjam-jam karena intensitas truk tebu yang ada di jalan-jalan utama wilayah tersebut. 

Salah satunya akses jalan Malang-Gondanglegi yang terdampak antrean keluar-masuk truk tebu Pabrik Gula (PG) Krebet Baru. Tak hanya merugikan para pengguna jalan yang lain, kemacetan dengan beban kendaraan yang besar tentunya lambat laun membuat infrastruktur jalan memburuk. 

Baca Juga : Satpol PP Kabupaten Malang Larang Banner Dipasang di Pohon dan Tiang Listrik

Menindaklanjuti hal tersebut, Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Malang menggelar sosialisasi etika tertib berlalu lintas. 

Kegiatan difokuskan kepada pemilik kendaraan dan para pengemudi truk angkut tebu di Ruang Rapat PG Krebet Baru, Senin (13/7/2020). 

KBO Satlantas Polres Malang, Iptu Sunarko Rusbiyanto menuturkan bahwa dalam tahap pencarian solusi bersama terkait antrean truk tebu yang kerap kali membuat macet untuk sementara waktu pada hari Rabu (15/7/2020) operasional PG Krebet Baru akan ditutup sementara waktu. 

"Direncanakan Rabu akan dilaksanakan penutupan sementara proses giling dan diharapkan kendaraan truk tetap di rumah," ujarnya dalam rilis, Senin (13/7/2020). 

Sunarko juga mengimbau kepada para pemilik kendaraan dan para pengemudi truk angkut tebu agar nantinya jika telah diperbolehkan kembali beroperasi diharapkan agar menggunakan penutup terpal untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas.

"Dalam melaksanakan muatan, diharapkan dikasih terpal untuk menghindari laka lantas," ujarnya. 

Sunarko menambahkan bahwa terkait placement parkir kendaraan yang diungkapkan dari PG Krebet Baru telah ditingkatkan menjadi dua kali lipat, jika nantinya tidak mencukupi untuk placement parkir di dalam, agar pihak security mengatur penataan kendaraan dengan rapi dan hanya pada satu sisi jalan saja. 

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mencari solusi yang terbaik antara pemilik pabrik, pemilik kendaraan, pengemudi truk, maupun kenyamanan masyarakat luas yang kerap kali mengeluh atas kemacetan yang terjadi.

Selain memberikan sosialisasi, jajaran Satlantas Polres Malang juga membagikan masker secara gratis kepada para pengemudi truk angkut tebu, sebagai upaya turut serta mendukung pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19. 

Baca Juga : Terkait Antrean Truk Tebu Kerap Kali Timbulkan Macet, PG Krebet Baru Berikan Penjelasan

Sementara itu Kepala Bagian Tanaman PG Krebet Baru, Suryadi mengungkapkan bahwa terkait kemacetan yang kerap kali ditimbulkan oleh antrean truk angkut tebu yang menuju PG Krebet Baru, dirinya mengimbau kepada seluruh pengemudi truk agar menunggu di rumah terlebih dahulu jika belum memiliki SPA (Surat Perintah Angkut). 

"Dimohon kepada supir truk, apabila SPA belum ada, sementara waktu truk menunggu di rumah supaya tidak menyebabkan kemacetan di jalan," ujarnya. 

Selain itu dari pihak PG Krebet Baru telah menyiapkan placement parkir kendaraan hingga ditingkatkan mencapai dua kali lipat. Tetapi kendaraan truk angkut tebu terus berdatangan untuk menyetorkan hasil panen tebunya untuk dilakukan proses giling. 

"Saat ini kapasitas placement PG Krebet Baru sekitar 2.300 kendaraan. Sebenarnya sudah mencukupi untuk digunakan parkir, namun setiap hari jumlah kendaraan selalu meningkat," keluhnya. 

Sebagai informasi bahwa untuk tahun 2020, kapasitas dari PG Krebet Baru sekitar 123.000 kwintal tebu per hari atau setara dengan 1.000 - 1.400 truk per hari yang di proses untuk dilakukan tahap penggilingan. Serta untuk binaan dari PG Krebet Baru sendiri terdapat 36 Koperasi atau KUD (Koperasi Unit Desa) yang terdiri dari 700 kelompok tani dan sekitar 18.000 petani terdaftar dengan total luas lahan mencapai 20.000 hektare.  

Harapannya, dengan diberlakukannya kebijakan terkait penutupan sementara keluar-masuk truk angkut tebu untuk mengatur kembali sistem keluar-masuk dan parkir kendaraan, para pemilik kendaraan serta pengemudi truk saling memahami bahwa kebijakan yang diterapkan untuk kenyamanan bersama.