Pengasuh Ponpes Sabilurrusyad, KH Marzuki Mustamar (paling kanan) saat menerima simbolis bantuan dari Satgas Covid-19 PWNU Jatim dan mitra (istimewa)
Pengasuh Ponpes Sabilurrusyad, KH Marzuki Mustamar (paling kanan) saat menerima simbolis bantuan dari Satgas Covid-19 PWNU Jatim dan mitra (istimewa)

MALANGTIMES - Satgas Tanggal Covid-19 PWNU Jawa Timur (Jatim) bersama PT Sari Enesis Indah memberikan sosialisasi, edukasi dan bantuan kepada para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilurrusyad, Gasek Kota Malang tentang bahaya wabah penyakit yang berasal dari Wuhan, China itu.

Ponpes memang salah satu tempat yang juga terus mendapat perhatian dari Satgas Covid-19 baik melalui pemerintahan ataupun dari organisasi keagamaan. Hal itu tak lain untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dan menjadikannya Ponpes Tangguh.

Baca Juga : Mau Investasi Properti Menguntungkan? Kunjungi Stand Apartemen The Kalindra di MOG

Di hadapan para santri putra dan putri, tim Satgas Covid-19 NU menyampaikan beberapa tata cara pencegahan terhadap penyebaran Covid-19, seperti yang disampaikan pemerintah. Di antaranya, dengan tetap menjaga kebersihan dengan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, memakai masker, dan jaga jarak.

“Kita tidak perlu takut dengan Covid-19, tapi kita harus mengantisipasinya. Caranya mematuhi aturan dari pemerintah. Menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak. Sholat pun harus jaga jarak,” terang Koordinator Lapangan dan Relawan Satgas Tanggap Covid-19 PWNU Jatim, Saiful Amin, Senin (13/7/2020) kemarin.

Masih kata Amin, aparat pemerintah, seperti polisi, Satpol PP maupun instansi terkait juga terus melakukan penertiban terhadap masyarakat yang tidak patuh mengikuti protokol kesehatan. “Langkah ini dilakukan agar penyebaran virus ini tidak terus meluas,” tuturnya.

Menurut Amin, wabah Covid-19 ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di berbagai belahan dunia. Dan penyebaran nya terjadi sangat cepat karena bisa melalui sentuhan antar personal. Selain itu, yang terbaru, juga virus tersebut bisa bertahan di udara.

“Kita harus menyakini, Tuhan menurunkan wabah pasti ada penyembuhannya. Makanya, kita harus mewaspadai wabah ini, tidak bisa dibuat enteng,” ujar Amin, kepada para santri.

"Jika ada santri yang sakit, mungkin batuk, flu, atau sakit tenggorokan, bisa langsung lapor ke dokter,” tambahnya berpesan.

Untuk mencegah penyebaran virus tersebut, Satgas Tanggap Covid-19 PWNU Jatim bersama PT Sari Enesis Indah, menyalurkan bantuan kepada para santri, ustadz maupun keluarga kiai. Brand Activity Executive (BAE) East Java PT Sari Enesis Indah, Minggus Hadinata mengungkapkan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan inhaler aromaterapi yang bisa meringankan gejala influenza.

Lanjut Minggus, inhaler plossa ini juga bisa membuat proses belajar mengajar di sekolah maupun di pesantren, lebih nyaman. Sebab, kandungan dari plossa bisa menyegarkan hidung tersumbat, dan tenggorakan lebih plong.

Baca Juga : Mitra Perdagangan Berjangka Sarankan Masyarakat Investasi Emas, Kenapa?

“Dengan inhaler plossa ini, kegiatan mengaji maupun sekolah bisa lebih nyaman. Karena plossa cukup dioleskan di masker,” terangnya.

Di tempat yang sama, Pengasuh Ponpes Sabilurrusyad, Gasek, KH Marzuki Mustamar mengaku senang dengan bantuan dari PT Sari Enesis Indah bekerjasama dengan Satgas Tanggap Covid-19 PWNU Jatim.

“Plossa ini cukup pas karena banyak fungsinya. Cukup diusapkan di masker,” ucap Kiai Marzuki yang mempraktikkan penggunaan aromatherapy plossa.

Ketua PWNU Jatim ini juga mengaku, cukup senang dengan bantuan tersebut karena pihaknya tidak berharap wabah penyakit masuk ke pesantren. “Saya yakin, bantuan ini sangat berguna,” terang Kiai Marzuki yang dalam beberapa waktu lalu pesantrennya ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur sebagai pesantren tangguh Covid-19.

Selain menjaga kesehatan bagi para santri dan ustadz, Kiai Marzuki juga menegaskan, jika pihaknya tetap akan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. “Di Gasek, kita juga menerapkan protokol kesehatan. Setiap santri yang datang kita minta untuk mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, memakai masker dan jaga jarak,” pungkasnya.