Ilustrasi emas (istimewa)
Ilustrasi emas (istimewa)

MALANGTIMES - Mitra perdagangan berjangka komoditi Best Profit Futures (BPF) cabang Malang memiliki saran untuk masyarakat agar memiliki investasi emas. Hal itu karena biasanya di masa pemilihan Presiden Amerika Serikat, harga emas cenderung naik hingga 200 sampai 300 persen.

Dolar Amerika Serikat yang saat ini masih menduduki sebagai pemegang mata uang tertinggi di dunia memicu naik turunnya harga emas.

Baca Juga : Masa Transisi, Iklim Investasi di Kota Malang Belum Pulih

Pimpinan BPF cabang Malang, Andri mengungkapkan bahwa pihaknya menyarankan agar masyarakat lebih memilih berinvestasi emas. "Saat pemilihan Presiden Amerika Serikat, lonjakan emas biasanya naik sampai 300 persen," ujar Andri.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (27/6/2020), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1,767.28 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,5 persen menjadi USD 1.780,30.

“Kelemahan nya hanya pada keraguan masyarakat karena akan ada pembatasan sosial berskala besar jilid dua di Malang, itu yang membuat orang cenderung berfikir jika ingin investasi kembali," kata Andri. 

Baca Juga : Pengamat: RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja

Meski begitu, Andri sangat yakin pemilihan Presiden Amerika Serikat pada November 2020 mendatang akan membawa kabar baik bagi pemilik investasi emas. "Saya sangat yakin, karena periode tahun sebelumnya itu ketika ada pemilihan Presiden Amerika Serikat harganya selalu melambung tinggi," jelasnya.