Maryanto bersama El Kepet (screenshot YouTube El Kepet Kelab Henam)
Maryanto bersama El Kepet (screenshot YouTube El Kepet Kelab Henam)

MALANGTIMES - Legenda gelandang Arema Maryanto mempunyai pesan mendalam kepada penggawa yang saat ini membela panji Singo Edan. Hal itu diungkapkan saat disambangi Youtuber yang juga mantan dirigen Aremania, Yoseph El Kepet pada akun YouTube El Kepet Kelab Henam.

Maryanto menggambarkan, skuat sangat militan dan tidak pernah kenal menyerah meski, keadaan ketika itu bisa dikatakan tidak memungkinkan seorang pemain mampu tampil maksimal dalam kondisi keuangan seadanya.

Baca Juga : Tiga Pesepakbola Muslim yang Bisa Batal Mudik Akibat Covid-19

Ya, Arema adalah tim yang tidak mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sejak kompetisi Galatama bergulir di era 80an. Karena persoalan tersebut banyak yang tak menyangka bahwa Singo Edan bisa berbicara banyak dalam kompetisi semi profesional kala itu.

Namun pada kenyataannya, para pemain yang membela Arema adalah mayoritas 'Arek Malang' mampu menunjukkan betapa besarnya perjuangannya kala itu meski gaji terlambat.

"Kuncinya bukan bermain (sepak bola) bagi diri sendiri, tapi untuk tim, keluarga dan kebanggaan," tegas Maryanto saat kilas balik perjalanan Arema Galatama bersama El Kepet Kelab Henam.

Tapi perjuangan para pemain Arema saat itu memang tidak mudah, di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki, para pemain sadar bahwa untuk membesarkan nama Singo Edan di kancah nasional bahkan internasional butuh perjuangan yang sangat sulit, terlebih dalam hal latihan.

Maryanto sendiri yang berposisi sebagai gelandang kala itu mengaku membutuhkan latihan tambahan untuk membuat dirinya bisa tampil maksimal di setiap pertandingan. Hal itu dilakukan karena dia sadar, posisinya adalah sebagai pelayanan para striker agar bisa menciptakan gol bagi timnya.

Dalam sejarahnya, Maryanto terkenal dengan pemain yang memiliki kecepatan tinggi hingga dijuluki 'Si Kijang' dan mempunyai umpan crossing yang memanjakan penyerang. "Dulu latihannya itu setiap hari satu jam, crossing saja itu. Dan saya selalu ingat sampai sekarang pesan Alm. Pak Acub Zaenal bilang lebih baik patah kaki di tengah lapangan dari pada pulang menanggung malu," kenang Maryanto.

Baca Juga : Tak Disangka, Peraih Tiga Medali Silver WCOPA 2019 Suka Lagu Oldies

Karena kemampuan dari Maryanto yang melayani striker, Singgih Pitono berhasil menjadi dua kali top skor bagi Arema di Galatama dan Mecky Tata satu kali pencetak gol terbanyak.

Di tengah kompetisi sekarang ini, Arema sendiri merupakan tim dengan nama besar di Indonesia, bahkan di Asia pun Singo Edan memiliki nama yang patut diperhitungkan sebagai tim besar. Karena hal itu tak lepas dari peran Aremania yang merupakan suporter dengan basis besar dan mampu bersama-sama mengangkat nama Arema.

"Rasa capek dalam pertandingan tidak akan keluar jika pemain bisa bermain bagi keluarga dan kebanggaan," pungkasnya.