Legenda Arema, Maryanto (screenshot YouTube El Kepet Kelab Henam)
Legenda Arema, Maryanto (screenshot YouTube El Kepet Kelab Henam)

MALANGTIMES - Tajamnya striker Arema era Galatama tak lepas dari nama Maryanto, sosok gelandang yang selalu memanjakan Singgih Pitono dan Mecky Tata di lini depan Singo Edan. Ya, hal tersebut dikupas oleh mantan dirigen Aremania yakni Yoseph 'El Kepet' dalam akun YouTube nya yang bernama El Kepet Kelab Henam.

Mantan dirigen Aremania, El Kepet begitu antusias saat mengunjungi salah satu legenda Arema era Galatama Maryanto.

Baca Juga : Bukan Nakes, tapi Pasien Positif Covid-19 Seorang Pegawai Biasa di RS UMM

Maryanto yang dulunya dijuluki Si Kijang ini juga sangat dikagumi oleh Aremania karena permainannya yang sangat menawan dengan memanjakan striker untuk menciptakan gol bagi Arema.

Mantan pemain yang dulunya juga pernah bermain di Persema Malang ini mengakui bahwa dukungan suporter sangat dibutuhkan meski dulunya kondisinya sangat berat dengan keuangan tim yang begitu sulit.

"Supaya pemain militan, memang butuh suport. Menurut saya suport yang luar biasa untuk tim saat ini adalah Alm. Acub Zaenal dan kedua adalah Bang Ovan (Tobing). Dua orang yang menurut saya sangat luar biasa. Apalagi kalau meeting sebelum pertandingan, Bang Ovan selalu kami minta untuk memberi motivasi. Yang saya ingat, kita harus punya kebanggaan di Kota Malang, lalu kebanggaan untuk orang tua, anak dan istri, jadi kalau dapat kata-kata seperti itu, main sepak bola itu kayak tidak punya rasa capek dan selalu merinding kalau cerita begini," papar Maryanto kepada El Kepet.

Setelah Maryanto mengungkapkan kata seperti itu, El Kepet pun menambahi bahwa ketika ia menjadi Aremania saat itu begitu mengagumi para penggawa Singo Edan. "Ooo makanya dari dulu Arema itu istilahnya banyak pemain yang dijuluki 'tukang jagal', merinding aku kalau ingat begini," tambah El Kepet.

Selain mengupas tentang dukungan rekan dekat, El Kepet juga menanyakan tentang lawan tersulit yang pernah dihadapi oleh Maryanto. Si Kijang pun menjawab bahwa baik di Persema ataupun Arema, ada tim yang sangat sulit dihadapi, meski ia awalnya yakin bahwa Arema memiliki kualitas pemain yang cukup mumpuni.

"Saat saya masih di Persema itu, perjalanan di wilayah timur Liga Indonesia selalu berat karena dari sisi perjalanan menuju ke sana itu jauh, lalu pemainnya juga hebat-hebat waktu (Perserikatan) itu," ungkap Maryanto.

"Kalau di Arema sendiri saya rasa tim yang sulit dikalahkan ya PKT Bontang itu, karena mereka sudah profesional kala itu, punya Diklat Mandau juga, jadi pemainnya ya luar biasa semua," imbuhnya.

Baca Juga : Ovan Tobing Sahabat Gus Wachid "Arema", Ungkap Pesan Dari Almarhum

Seperti diketahui, Maryanto membela Persema Malang selama 13 tahun dan kemudian direkrut Arema dan membela panji Singo Edan selama 5 tahun. Bahkan, dalam perjalanan membela Persema, 'Si Kijang' pernah merasakan menjadi pemain terbaik pada Piala Presiden 1984.

Ia pun, memberi semangat kepada para pemain Arema agar terus berupaya memberikan yang terbaik. Karena pada dasarnya, membela tim kebanggaan khususnya Arema bisa membawa nama baik keluarga hingga anak.

"Sepak bola sekarang sudah profesional, jadi sayang kalau disia-siakan jika punya kemampuan. Berikan yang terbaik bagi tim dan bermainlah untuk keluarga," pesan Maryanto.