Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Setiap menuai kemenangan dalam peperangan, Rasulullah SAW selalu membagikan ghanimah atau harta rampasan kepada seluruh umat muslim yang turut dalam peperangan. Namun suatu ketika, Rasulullah SAW membagikan harta dan tak menyisakan untuk kaum anshar.

Hal itu ternyata membuat kaum anshar merasa cemburu. Ustasz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, semua suku mendapat bagian harta rampasan. Hanya kaum anshar saja yang tak menerima hadiah tersebut.

Baca Juga : Tantang Rasulullah SAW, Begini Akhir Hidup Pegulat yang Sombong

Maka kaum anshar merasa terpukul dan mengutus Saad bin Ubadah untuk mendatangi Rasulullah SAW. Saat bertemu, Saad bin Ubadah berkata kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah SAW, ketahuilah sesungguhnya kaum anshar memiliki beban kejiwaan kepada keputusan Anda.”

Lalu Rasulullah SAW bertanya, “Kenapa?"

Saad bin Ubadah menjawab, “Karena Anda memberikan ghanimah kepada orang lain dan anshar tidak.”

Rasulullah SAW kembali bertanya, “Bagaimana dengan engkau wahai Saad?”

Maka Saad menjawab, “Akupun bagian dari umatku.”

Lalu Rasulullah SAW pun meminta agar anshar semua dikumpulkan. Maka berkumpul mereka dan Rasulullah melakukan khutbah kepada mereka.

Dalam riwayat disebutkan jika saat itu Rasulullah SAW berkata, “Wahai kaum anshar, bukankah aku datang kepada kalian di saat kalian sedang sesat. Tidak tahu tentang keimanan serta sembah berhala. Lalu Allah beri kalian hidayah. Bukankah aku datang kepada kalian, sementara kalian miskin. Lalu Allah SWT membuat kalian kaya. Bukankah terkalahkan musuh kalian dengan kedatanganku?”

Saat itu kaum anshar pun mulai merasa bersalah atas apa yang dirasakan sebelumnya atas pembagian ghanimah oleh Rasulullah SAW.

Kaum anshar menjawab jika semua karunia hanya milik Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Baca Juga : Rahasia di Balik Nama Rasulullah SAW yang Tercatat dalam Kitab Taurat dan Injil

Kemudian Rasulullah SAW kembali bertanya, “Wahai anshar, apakah kalian kecewa karena aku telah mengobati dan mengokohkan hati orang-orang yang lemah. Dan aku bergantung kepada kalian.”

Rasulullah SAW mengatakan jika harta rampasan tersebut dibagikan untuk menguatkan iman mereka. Sedangkan untuk kaum anshar sendiri, Rasulullah SAW merasa jika kaum anshar tak membutuhkan itu. Karena kekayaan di Madinah begitu melimpah.

Maka Rasulullah SAW kembali bertanya, “Bagaimana pendapat kalian wahai anshar, pada saat manusia membawa unta dan kambing. Sementara kalian membawa pulang Rasulullah SAW.”

Maka serentak kaum anshar menutup wajahnya dengan imamah mereka dan menangis sejadi-jadinya.

Ustadz Khalid Basalamah menyebut, kisah tersebut pada dasarnya memberi pelajaran bahwa harta tak senilai dengan Rasulullah SAW. Biarpun kaum lain membawa harta, maka kaum anshar kembali dari medan peperangan tanpa membawa harta. Sama halnya dengan Rasulullah SAW yang melakukan hal serupa.

Maka saat itu juga, Rasulullah SAW mendoakan kebaikan sepadan bagi kaum anshar dan semua keturunannya. Akhirnya kaum anshar pun menerima keputusan Rasulullah SAW.