Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Pada masa awal berjuang memperkenalkan Islam, Rasulullah SAW begitu banyak mendapat tentangan dari kaum quraisy. Masyarakat quraisy selalu melakukan berbagai cara untuk mempermalukan Rasulullah SAW atas ajaran yang disampaikan.

Sampai suatu ketika, seorang laki-laki bernama Rukanah mendatangi penduduk quraisy. Rukanah sendiri merupakan seorang pegulat yang Tak terkalahkan. Dia mendatangi penduduk quraisy dan dengan sombong mengatakan jika ia akan mempermalukan Rasulullah SAW.

Baca Juga : Rahasia di Balik Nama Rasulullah SAW yang Tercatat dalam Kitab Taurat dan Injil

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, Rukanah dengan kesombongannya itu mendatangi Rasulullah SAW yang sedang tawaf. Saat itu, Rukanah langsung menantang Rasulullah SAW untuk bergulat.

Rukanah pun berjanji kepada Rasulullah SAW akan beriman jika dia berhasil dikalahkan Rasulullah SAW. Maka singkat cerita, Rasulullah SAW menerima tantangan bergulat Rukanah tersebut. Meski Rukanah sendiri merupakan pegulat profesional yang tidak pernah dikalahkan oleh siapapun.

Rasulullah SAW pada akhirnya berhasil mengalahkan Rukanah hingga 10 kali berturut-turut. Namun dengan sombongnya pegulat tersebut masih enggan menepati janjinya untuk beriman kepada Allah SWT.

Kemudian Rukanah berkata, "Aku mengaku kalah, tapi aku tidak mau beriman kecuali pohon kurma ini berbicara,".

Lalu pohon yang ditunjuk Rukanah pun mengucapkan kalimat syahadat hingga membuat Rukanah terkejut. Itu menjadi salah satu mukjizat Rasulullah SAW. Namun lagi-lagi Rukanah menolak untuk beriman.

Baca Juga : Tegas, Begini Sikap Gus Baha terhadap PKI dan Orang-Orang Anti-Tuhan

Dalam berbagai riwayat dijelaskan jika Rukanah mendapatkan hidayah dan memeluk Islam saat Fathu Makkah. Rukanah yang hendak memeluk Islam dan mendatangi Rasulullah SAW berkata, "Demi Allah, aku mengetahui jika engkau bergulat denganku, engkau akan mendapat pertolongan dari langit".

Dikisahkan pula jika setelah peristiwa itu, Rukanah pindah ke Madinah dan tinggal di sana hingga wafat di awal pemerintahan Muawiyah ra.