Tersangka NS (45) yang tega mencabuli anak kandungnya sendiri selama tiga tahun lamanya, Kamis (9/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Tersangka NS (45) yang tega mencabuli anak kandungnya sendiri selama tiga tahun lamanya, Kamis (9/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Kasus kejahatan yang melibatkan anak-anak dan perempuan, baik itu sebagai tersangka maupun korban di Kabupaten Malang terus mengalami peningkatan. Maraknya tindak kejahatan seksual pun menjadi sorotan Polres Malang.

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang mencatat ada lebih dari 100 kasus kejahatan yang melibatkan anak dan perempuan hingga pertengahan tahun 2020 ini.

Baca Juga : Cerita Bahagia Yasonna saat Umumkan Buronan 17 Tahun Pembobol BNI Rp 1,7 T Maria Pauline!

Memasuki Juli 2020, terdata ada 104 kasus yang terjadi. Jumlah ini hampir separo dari total kasus tahun sebelumnya, yakni ada 224 kasus sepanjang 2019 lalu.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengungkapkan bahwa ada sejumlah faktor yang berpengaruh pada jumlah kasus kejahatan seksual yang terus bertambah. Salah satunya, akibat dari kurangnya pengawasan dan perhatian dari kedua orang tua kepada anak-anaknya, terutama anak perempuan yang kerap kali menjadi korban pencabulan. 

"Jadi setiap permasalahan yang terjadi kepada si anak itu dia harus merasa bahwa bapak dan ibunya itu ada. Sehingga dia menyampaikan setiap keluhan itu kepada bapak dan ibunya," ungkapnya saat rilis ungkap kasus pencabulan di Mapolres Malang, Kamis (9/7/2020).

Hendri juga mengimbau dan meminta tolong kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Malang agar selalu meningkatkan pengawasan dan perhatian dalam bentuk pengetahuan yang bersifat edukatif dengan sungguh-sungguh kepada anak-anaknya.

Menurutnya, hal itu akan sangat membantu upaya pencegahan kejahatan yang melibatkan anak dan perempuan khususnya terkait kejahatan seksual. Dia pun mengajak media turut membantu dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat luas.

"Kami minta tolong kepada rekan-rekan media tolong disampaikan kepada seluruh warga masyarakat untuk benar-benar mengawasi secara ketat perkembangan anak-anaknya yang sedang tumbuh dan berkembang," ujarnya.

Petugas UPPA Polres Malang, Aipda Nur Leha menuturkan bahwa dalam rentan waktu enam bulan di tahun 2020 kasus kejahatan yang melibatkan anak dan perempuan telah mencapai angka lebih dari 100 kasus.

Baca Juga : Tanyakan Proses Penanganan Berbagai Kasus, LiRa Datangi Kejaksaan Kota Malang

"Baru enam bulan saja jumlahnya sudah seratus lebih. Ya kemungkinan bakal terus meningkat melampaui tahun lalu. Akhir-akhir ini dalam sehari selalu ada laporan, rata-rata 5 laporan per hari," ujarnya.

Leha mengatakan bahwa selain kurangnya pengawasan dan perhatian orang tua, peningkatan kasus kejahatan seperti itu juga disebabkan kondisi rumah tangga yang retak dan edukasi kepada masyarakat luas kurang dimasifkan.

"Khususnya lembaga sekolah yang mempunyai kedekatan langsung kepada anak-anak selain orang tua. Begitupun pemerintah desa yang juga secara langsung bersentuhan dengan masyarakat," tandasnya. 

Seperti kasus terakhir yang telah dirilis oleh Polres Malang pada hari Kamis (9/7/2020), seorang ayah berinisial NS (45) di Desa Kasri, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang dengan mencabuli anak kandungnya sendiri sejak duduk di bangku kelas 5 SD selama tiga tahun lamanya. 

Perbuatan sangat tidak terpuji dan tidak pantas sama sekali yang dilakukan oleh ayah kepada anak kandungnya tersebut disertai dengan penganiayaan dan ancaman jika tidak menuruti perintah, anak, ibu beserta anggota keluarga lainnya tidak akan diberikan nafkah.