Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui awak media di Pendopo Kabupaten Malang, Senin (27/4/2020). (Foto: Dok. JatimTimes)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui awak media di Pendopo Kabupaten Malang, Senin (27/4/2020). (Foto: Dok. JatimTimes)

MALANGTIMES - Perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Malang terus mengalami penambahan pasien positif yang di dominasi kluster wilayah Malang Utara. Yakni, Kecamatan Singosari dan Kecamatan Lawang. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo mengungkapkan, bahwa per hari ini (9/7/2020) terdapat penambahan 23 pasien positif Covid-19.

Baca Juga : Transisi New Normal, Satgas Covid-19 Lakukan Penyemprotan Desinfektan di 181 Desa

"Hari ini bertambah 23 orang. Mayoritas dari Klaster Malang Utara," ujarnya ketika dikonfirmasi oleh pewarta, Kamis (9/7/2020). 

Arbani menjelaskan lebih rinci bahwa dari 23 penambahan pasien positif Covid-19 tersebut tersebar di empat wilayah kecamatan di Kabupaten Malang. Dua dari empat kecamatan tersebut berada di wilayah Malang Utara dengan penambahan yang cukup banyak. 

"Dari jumlah 23, itu yang 21 dari kluster Singosari dan Lawang. Sedangkan yang 2, itu 1 dari Dau dan 1 dari Pujon," jelasnya. 

Dari 23 tambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, 21 orang diantaranya termasuk OTG (Orang Tanpa Gejala) dan 2 orang termasuk PDP (Pasien Dalam Pengawasan). 

Lebih detail berdasarkan data yang tersaji di satgascovid19.malangkab.go.id update pada hari Kamis (9/7/2020) pukul 19.10 WIB terkait penambahan jumlah pasien positif terdapat di wilayah Lawang 9 orang, Singosari 9 orang, Dau 1 orang, Pujon 1 orang, Pakis 1 orang, Sumbermanjing Wetan 1 orang dan Turen 1 orang. 

Arbani mengatakan, bahwa hingga sampai saat ini, jumlah PDP di Kabupaten Malang telah mencapai lebih dari 500 atau lebih tepatnya berjumlah 533 orang. 

"Jumlah PDP di Kabupaten Malang sekarang sekitar 500-an lebih. Tapi, untuk OTG saya masih belum tahu secara pasti," katanya. 

Baca Juga : Pemerintah Putuskan ODP dan PDP Meninggal Bukan Termasuk Kematian Covid-19

Terkait penambahan jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Malang, Arbani menuturkan bahwa hal ini disebabkan kurang disiplinnya masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19 selama hidup sehari-hari.

Dari 23 tambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Arbani menyebutkan bahwa 7 orang diantaranya sedang berada di safe house Kepanjen, Kabupaten Malang yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang untuk proses perawatan dan pemulihan pasien positif Covid-19.

"Saat ini ada 7 yang dirawat di safe house sisanya isolasi mandiri di rumah," sebutnya. 

Terkait penambahan pasien positif Covid-19 yang terus terjadi, hal ini pun merupakan tugas bersama antara instansi Pemerintah Kabupaten Malang dengan masyarakat luas untuk melakukan upaya-upaya pencegahan terkait persebaran Covid-19 di Kabupaten Malang. 

Sebagai informasi bahwa hingga sampai saat ini berdasarkan data dari satgascovid19.malangkab.go.id yang terupdate pada hari Kamis (9/7/2020) pukul 19.10 WIB, jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 311 orang. Rinciannya sebanyak total 85 orang dinyatakan sembuh, 25 orang meninggal dunia dan 73 orang sedang dirawat, 59 orang isolasi mandiri dirumah, serta total 69 orang sedang berada di gedung observasi.