Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Dua pasar rakyat yaitu Pasar Klojen dan Pasar Bunul Tengah dipersiapkan menjadi Pasar Tangguh. Saat ini, berbagai persiapan termasuk pemenuhan fasilitas sebagaimana standar yang ditetapkan telah digarap.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Wahyu Setianto menyampaikan, saat ini memang baru dua pasar rakyat tersebut yang disiapkan sebagai Pasar Tangguh. Selanjutnya, akan dipetakan kembali beberapa pasar rakyat yang mungkin ditetapkan sebagai pasar tradisional.

Baca Juga : Total Sembuh 70 Pasien, Tapi Kasus Baru Positif Covid-19 Kota Malang Masih Terus Muncul

"Memang untuk pasar yang tidak 24 jam dulu. Sementara untuk Pasar Blimbing, Kebalen, dan Gadang masih akan diusahakan," katanya.

Wahyu menjelaskan, Pasar Tangguh menjadi sangat penting untuk meningkatkan kesiapan masyarakat saat akan berbelanja di pasar. Sehingga, diharapkan masyarakat bisa lebih aman dan nyaman saat berbelanja di pasar.

Dirinya juga mengatakan, Pasar Tangguh memiliki beberapa standar khusus. Diantaranya, seperti penyediaan tempat cuci tangan di pintu masuk, pintu keluar, dan beberapa sisi di dalam pasar. Selain itu, setiap lapak pedagang juga dilengkapi dengan tutup plastik sebagai pembatas.

"Jadi pedagang dan pembeli bisa lebih aman dan nyaman saat terjadi transaksi," tambahnya.

Bukan hanya itu, Pasar Tangguh juga dilengkapi dengan thermo gun atau alat pengukur suhu. Setiap pedagang dan pelanggan yang hendak berbelanja akan diperiksa suhunya terlebih dulu. Sesuai dengan Peraturan Wali Kota Malang mengenai penanganan Covid-19, maka maksimal suhu tubuh adalah 37,3 derajat celcius.

Baca Juga : Maksimalkan Protokol Kesehatan, Pasar-Pasar Ini Terapkan Layanan Belanja Online

Para pedagang juga diwajibkan menerapkan physical distancing dengan membuat sistem genap-ganjil. Selain itu, dibuat pembatas untuk jarak antrian para pembeli saat berbelanja. Seluruh pedagang dan pembeli juga diwajibkan mengenakan masker atau face shield sebagai pelindung.

Sementara itu, sampai saat ini Kota Malang baru memiliki satu Pasar Tangguh yaitu Pasar Oro-Oro Dowo.