Donald Trump (Foto: The Guardian)
Donald Trump (Foto: The Guardian)

MALANGTIMES - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan.  Kini beredar isu Donald Trump diduga menyewa jasa joki agar bisa lulus ujian masuk perguruan tinggi (PT).  Hal itu diduga dilakukan Trump setelah lulus sekolah menengah atas (SMA).  

Mengejutkannya, kabar ini diungkap oleh keponakan Trump, Mary.  Mary mengungkapkan hal tersebut melalui buku berjudul Too Much and Never Enough: How My family Created the World's Most Dangerous Man.  

Baca Juga : 7 Petinggi BRI Malang Positif Covid-19, BI: Uang Dikarantina sebelum Diedarkan

Diketahui, Mary L. Trump merupakan anak dari Fred Trump Jr, kakak dari Donald Trump.  Buku karya Mary itu, disinyalir menguak banyak kehidupan keluarga Trump.  

Salah satunya mengenai Trump yang ditulis Mary jika telah membayar seseorang untuk ikut ujian Scholastic Aptitude Test (SAT).  SAT diketahui adalah ujian wajib yang diikuti lulusan SMA di AS.  

Dari hasil SAT itulah yang menjadi syarat utama dan penentu proses seleksi masuk perguruan tinggi.  "Skor tinggi yang diperoleh orang bayaran Trump, Mary menambahkan, membantu Donald Trump muda diterima sebagai mahasiswa program sarjana di sekolah bisnis Wharton, University of Pennsylvania yang prestisius," tulis Mary dalam bukunya sebagaimana dikutip oleh New York Times.

Namun, saat dikonfirmasi, melalui penasihat senior Gedung Putih Kellyanne Conway, ia menyatakan jika hal itu merupakan urusan internal keluarganya.  

Baca Juga : Sanksi Edukatif Diterapkan Kepada Masyarakat Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19

"Dia bukan pasien, dia pamannya (Mary, red)," kata Conway merujuk pada gelar akademik Mary di psikologi klinis. "Saya pikir urusan keluarga diserahkan ke pihak keluarga," kata Conway.

Sedangkan, pendapat lain disampaikan oleh Sekretaris Urusan Media Gedung Putih Kayleigh McEnany. Ia mengatakan jika isi dalam buku karya Mary tersebut adalah kebohongan.  Di sisi lain, pihak The College Board, lembaga yang mengurus ujian SAT belum menanggapi isu tersebut.