Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Erik Setyo Santoso ST, MT (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Erik Setyo Santoso ST, MT (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sistem Izin Layanan Online (Izol) menjadi salah satu terobosan Dinas Ketenagajerjaan, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang yang terus dimaksimalkan selama pandemi covid-19.

Namun ternyata, layanan berbasis online itu belum begitu banyak dimanfaatkan masyarakat. Padahal, layanan online pada dasarnya akan sangat memudahkan masyarakat mengurus izin tanpa harus datang ke kantor. Terlebih selama pandemi ini tatap muka memang sangat diminimalisir.

Baca Juga : Pandemi, Pencapaian Retribusi IMB Disnaker-PMPTSP Kota Malang Lebih dari 100 Persen

"Kalau diprosentase kemungkinan yang memanfaatkan layanan online atau Izol ini hanya 10 persen. Kalau sehari ada 100 izin yang masuk, hanya 10 yang lewat Izol," katanya Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Erik Setyo Santoso ST, MT.

Sehingga dia terus mendorong agar masyarakat, terutama yang hendak mengurus izin bisa memanfaatkan layanan Izol. Sehingga tak harus diribetkan untuk selalu datang ke kantor, untuk menghindari kontak langsung.

Sementara bagi masyarakat yang masih merasa kesulitan mengakses Izol, dapat menghubungi media sosial Disnaker-PMPTSP Kota Malang. Baik Instagram, Facebook, maupun aplikasi jejaring lainnya. Untuk selanjutnya akan mendapat bantuan dari petugas.

Namun jika dirasa masih kesulitan, bisa mengirimkan berkas melalui jasa pengiriman. Hal itu untuk menakan adanya kemungkinan antrean saat hendak mengurus izin. Karena bagaimana pun juga, keramaian selama pandemi covid-19 terus ditekan.

"Tapi sama dengan Izol, yang kirim berkas melalui jasa pengiriman juga masih 10 persen. Sisanya masih datang langsung," terangnya lagi.

Meski tak membuka layanan secara langsung, menurutnya masyarakat yang sudah terlanjur datang ke kantor akan tetap mendapatkan layanan dari petugas. Tentunya harus sesuai dengan protokol kesehatan dan dengan pelindungan yang ketat.

Baca Juga : Pagu 15 Ribu KPM Jaring Pengaman Sosial Kota Malang Terus Berjalan

"Protokol kesehatan harus terus dijalankan. Kami membuat pembatas kaca di setiap sisi untuk meningkatkan safety untuk masyarakat juga petugas kami," paparnya.

Lebih jauh Erik menjelaskan, untuk memudahkan masyarakat mengerti tata cara mengurus izin secara online melalui Izol, panduan berkaitan dengan hal itu sudah dipasang di seluruh videotron di Kota Malang. Sehingga masyarakat bisa mengaksesnya langsung dan melihat secara detail.