BRI Kanwil Malang di Jl Laks Martadinata. (Hendra Saputra/MalangTIMES).
BRI Kanwil Malang di Jl Laks Martadinata. (Hendra Saputra/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Masyarakat seakan dibuat heboh terkait 30 karyawan BRI Kanwil Malang terjangkit Covid-19. Informasi yang tersebar luas melalui pesan WhatsApp itu bahkan menyebutkan ada petingginya yang meninggal dunia.

Menanggapi adanya kabar tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, adanya informasi yang mengaitkan nama instansi karyawan yang tersebar luas tersebut belum bisa dikatakan benar ataupun juga tidak.

Baca Juga : Update Covid-19 Kota Batu, Total 86 Kasus, Sehari Ada Tambahan 7 Pasien

Namun, data yang masuk dalam Gugus Satgas Covid-19 di Kota Malang tidak menyebutkan adanya klaster di lingkup instansi. Melainkan, berkaitan dengan domisili pasien saja.

"Bisa ya bisa tidak. Kalau jumlahnya ndak tahu. Cuma yang masuk di kami bukan nama karyawan A, B, C, bukan gitu. Sehingga kami butuh waktu, coba besok seandainya dan apakah itu dibenarkan atau tidak itu akan saya kaji," katanya saat dikonfirmasi di Balai Kota Malang, Selasa (7/7/2020).

Apalagi, kasus positif Covid-19 di Kota Malang hingga kemarin (Senin, 6 Juli 2020) mengalami lonjakan yang siginifikan, yakni sebanyak 21 orang.

Akan tetapi, untuk kebenarannya masih akan dilakukan pengecekan lebih lanjut. "Kalau saya menyampaikan itu institusi karyawan A B, tidak. Tapi yang masuk di kami dengan penambahan kemarin itu bisa jadi ada dari institusi yang tadi (BRI Kanwil Malang, red)," imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga telah mengonfirmasi kepada BRI Kanwil Malang dan memang sebelumnya ada salah satu PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang dinyatakan meninggal dunia. Hasil swab baru pasien tersebut diketahui positif Covid-19.

Setelahnya, maka pihak BRI telah melakukan swab terhadap keseluruhan karyawan di wilayah Kanwil Malang saja secara bertahap. Yang mana total yang telah di tes sejumlah 200 karyawan.

Baca Juga : Total Sembuh 70 Pasien, Tapi Kasus Baru Positif Covid-19 Kota Malang Masih Terus Muncul

Di tahap pertama, dilakukan tes swab terhadap 80 karyawan, dan diketahui ada satu pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dengan status OTG (Orang Tanpa Gejala). 

Kemudian, dilakukan tes lagi sampai tahap 2 sejumlah 120. Namun, untuk tahap kedua ini belum diketahui hasilnya.

"Semua yang 80 tadi ada 1 yang positif tapi OTG. Sudah di tracing menurut sana dan dipantau oleh tenaga medis. Hasilnya, sebagaimana yang diketahui memang ada BRI yang terkena. Itu dari wilayah Kanwil saja bukan masuk dari pelayanan. Yang tahap kedua belum keluar hasilnya," pungkasnya.