Usai mendapatkan aksi tak senonoh, korban juga mempostingnya ke media sosial dengan nomor pelaku (Ist)
Usai mendapatkan aksi tak senonoh, korban juga mempostingnya ke media sosial dengan nomor pelaku (Ist)

MALANGTIMES - Menerima video call atau panggilan video dari orang atau nomor tak dikenal? Wajib hati-hati, khususnya untuk para perempuan. 

Sebab, bisa saja ketika panggilan video call dari seseorang tak dikenal tersebut dijawab, justru aksi tak senonoh atau pornoaksi yang ditunjukkan oleh si penelepon.

Baca Juga : Ditemani Bocah, Maling Berkerudung Terekam CCTV Gasak Mukena dan Sajadah

Seperti yang dialami Ayu R.M (27) warga Karangploso, Kabupaten Malang, pada 6 Juli 2020.

Bermula ketika korban mengangkat sebuah panggilan telepon dari WhatsApp. Si oknum penelepon kemudian meminta untuk beralih pada panggilan video call yang kemudian diterima korban.

Namun saat mengangkat panggilan video call dari nomor 08821733xxxx, korban justru mendapat pemandangan porno aksi yang ditunjukan si oknum penelepon.

Korban sendiri mengangkat panggilan dari nomor tak dikenal tersebut, lantaran sempat mengira jika nomor tersebut merupakan nomor milik sang ayah.

"Tiba-tiba ada telepon lewat WA masuk terus ya aku angkat. Pas aku bilang 'halo' dia(pelaku) langsung minta untuk video call. Aku pikir itu ayahku, soalnya sering ganti-ganti nomor. Akhirnya aku terima video call-nya, eh dia (pelaku) langsung nunjukin kelaminnya sambil (maaf) dikocok," jelas korban (6/7/2020) saat dihubungi.

Setelah itu, korban yang saat itu begitu kaget melihat aksi porno tersebut, Ayu langsung reflek meng-capture gambar oknum penelepon tersebut dan mengancam si oknum akan dilaporkan ke pihak berwajib.

Baca Juga : Dua Warga Sukun Tertipu Pembeli, Burung dan Motor Dibawa Kabur Pelaku yang Sama

"Karena lagi kerja di pasar dan banyak orang, aku ngomong gini hayo sudah tak screenshoot ya, ntar tak laporin polisi kamu. Terus aku matikan vc nya. Dan nomer WA masih aktif sampai sekarang," ungkapnya.

Sementara itu, oknum penelepon diduga mendapatkan nomer korban dari media sosial. Sebab, selama ini korban seringkali mengunggah nomor teleponnya di media sosial, lantaran korban juga berbisnis online shop.

"Pesan saya buat teman-teman perempuan lain lebih berhati-hati. Langsung diblokir nomernya. Hati-hati juga jangan gampang angkat panggilan video call dari orang atau nomor tak dikenal," pungkasnya.