Petugas TNI dan Polri saat menyemprotkan disinfektan.
Petugas TNI dan Polri saat menyemprotkan disinfektan.

MALANGTIMES - Dalam kurun waktu seminggu terakhir, banyak wisatawan memadati Alun-Alun lantaran rindu dengan salah satu ikon Kota Batu ini. Sayangnya saat mengunjungi Alun-Alun kali ini tidak bisa bebas seperti sebelum pandemi.

Maklum, sekarang Alun-Alun Kota membatasi jumlah kunjungan hingga untuk 300 orang per harinya. Kemudian untuk menikmati fasilitas seperti bianglala yang biasanya bisa ditumpangi 4 orang, hanya diperbolehkan untuk 2 orang saja.

Baca Juga : Kapolri Cabut Maklumat, Kapolres Malang Imbau Masyarakat Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

“Alun-Alun Kota Batu kurang lebih satu Minggu dibuka dipadati pengunjung, tetapi teta menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” ungkap Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso.

Kemudian jika sebelumnya terdapat beberapa pintu masuk, kini hanya dibuka dua pintu. Yakni pintu masuk dan keluar yang dibuat secara terpisah, sisanya semua terpagar agar wisatawan memenuhi protokol kesehatan.

“Dua pintu itu juga ada petugasnya, salah satunya untuk mengecek suhu tubuh saat masuk Alun-Alun,” tambahnya.

Selain itu tidak semua fasilitas dibuka di sana, lantaran untuk menghindari penularan Covid-19. “Dan tidak semua fasilitas wahana di sana, sebab untuk mencegah penularan Covid-19,” imbuhnya.

Selain itu beberapa saat lalu juga dilakukan penyemprotan disinfektan di seluruh sudut Alun-Alun Kota Batu. Tim yang melakukan penyemprotan juga menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Baca Juga : Masih Pandemi, Beredar Foto Pejabat Pemkab Malang Tidak Patuhi Physical Distancing

Ia pun meminta kepada masyarakat saat keluar rumah agar menggunakan masker. Bahkan agar masyarakat taat protokol kesehatan dilakukan mobiling oleh petugas di pusat-pusat keramaian.

Di sana juga diturunkan personel TNI/Polri dan sebagainya untuk mengingatkan atau sosialisasi kepada mereka yang tidak menggunakan masker.