Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat memberikan sambutan dalam rangka Hari Bhayangkara di Tennis Indoor Polres Malang, Rabu (1/7/2020). (Foto: Humas Polres Malang)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat memberikan sambutan dalam rangka Hari Bhayangkara di Tennis Indoor Polres Malang, Rabu (1/7/2020). (Foto: Humas Polres Malang)

MALANGTIMES - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Idham Aziz secara resmi telah mencabut maklumat Kapolri Nomor: MAK/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Covid-19. 

Pencabutannya pun telah dilakukan sejak 25/6/2020 melalui Surat Telegram Rahasia Nomor : STR/364/VI/OPS.2/2020 yang ditandatangani oleh Asisten Ops Kapolri Inspektur Jenderal Herry Rudolf Nahak. 

Merespon dicabutnya maklumat Kapolri tersebut, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menuturkan bahwa meskipun maklumat Kapolri telah dicabut, diimbau masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan  tetap menindak tegas masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan. 

"Kita akan lebih meningkatkan intensitas pelaksanaan penegakan disiplin. Karena saat ini angka penambahan pasien di Kabupaten Malang terus meningkat. Sehingga perlu dipertegas lagi, masyarakat yang keluar rumah tidak menggunakan masker akan kita lakukan penindakan," ujarnya ketika dikonfirmasi awak media, Jumat (3/7/2020).

Hendri mengatakan Pihak Polres Malang pun bersama jajaran aparat gabungan telah menyusun skema penerapan sanksi kepada masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19, mulai sanksi berupa kerja sosial hingga penyitaan KTP (Kartu Tanda Penduduk) untuk sementara waktu. 

"KTP-nya akan kita ambil, kita arahkan ke kantor polisi atau ke kantor Satpol PP setempat. Nanti akan membuat surat pernyataan di sana," ungkapnya. 

Dengan pelonggaran aktivitas masyarakat, Hendri mengimbau dengan tegas untuk masyarakat agar selalu menjalankan protokol kesehatan Covid-19 seperti saat penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) maupun sebelumnya yang meminimalisir aktivitas di luar rumah. 

"Kita harapkan masyarakat ini benar-benar seperti dulu lagi pada saat sebelum dilaksanakan PSBB (pembatasan sosial berskala besar, red). Benar-benar peduli dengan protokol kesehatan dan tidak perlu keluar rumah kalau tidak urgent," pungkasnya. 

Hal ini harus tetap dilakukan, dikarenakan di Kabupaten Malang pasien positif Covid-19 terus mengalami penambahan tiap harinya. Upaya penerapan protokol kesehatan seperti sering cuci tangan dengan menggunakan sabun, menggunakan masker, menjaga jarak antar satu dengan yang lainnya, itu salah satu upaya masyarakat untuk turut serta membantu pemerintah untuk mencegah persebaran Covid-19.