(dari kiri) Dekan FKIK UIN Malang Dr dr Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib M Kes SpRad(K) dan Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)
(dari kiri) Dekan FKIK UIN Malang Dr dr Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib M Kes SpRad(K) dan Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Konsep kampus hijau atau green campus di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), khususnya di kampus 3 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), bukan sekadar lingkungan kampus yang dipenuhi dengan pepohonan yang hijau saja.

Green Campus yang diterapkan di UIN Malang juga berarti warga kampus yang memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan kampus secara efektif dan efisien. Mulai dari pemanfaatan kertas, penggunaan listrik, air, lahan, pengelolaan sampah, dan lain-lain.

Baca Juga : UIN Malang Beri Nama Gedung-Gedung Kampus 3 Ahli Kesehatan Muslim Fenomenal

"FKIK ini akan kita jadikan betul-betul green campus. Jadi green campus di sini bukan hanya gedungnya. Tapi juga semuanya, termasuk civitas akademikanya," ujar Dekan FKIK UIN Malang, Dr dr Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib M Kes SpRad(K).

Maksud Yuyun adalah, gaya kehidupan warga kampus dan perilaku warga kampus mendukung gerakanĀ green campus ini.

"Jadi kita mengurangi plastik. Apalagi dalam keadaan pandemi seperti itu memang harus membawa peralatan makan sendiri, membawa peralatan minum sendiri untuk mendukung green campus," terangnya.

Yuyun menjelaskan, bangunan yang ada di FKIK memiliki jendela-jendela yang besar. Hal ini, katanya berfungsi untuk mengurangi pemakaian listrik yang tidak perlu.

"Membuka jendela kita bisa mengurangi pemakaian listrik, juga mengurangi pemakaian AC," katanya.

Baca Juga : Buat Aturan soal UTBK SBMPTN di Tengah Pandemi Covid-19, Wali Kota Risma Bikin DPRD Geram

Target Yuyun ke depan sendiri untuk FKIK adalah meningkatkan akreditasi. Jadi, pada saat lulusan pertama profesi dokter akreditasi akan meningkat. Ia juga bertekad untuk menjadikan generasi dokter-dokter muslim dan apoteker-apoteker muslim yang berjiwa internasional dan Ulul Albab.

"Itu kelebihan kita nantinya. Jadi internasionalisasi tapi tetap Ulul Albab. Generasi itu yang kita mau," tandasnya.