Bupati Malang HM Sanusi saat menjelaskan langkah konkrit guna mengantisipasi masifnya penularan covid-19
Bupati Malang HM Sanusi saat menjelaskan langkah konkrit guna mengantisipasi masifnya penularan covid-19

MALANGTIMES - Terus meroketnya jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Malang, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berinisiasi untuk menggandeng akademisi. Cara tersebut diklaim Bupati Malang, Sanusi merupakan trobosan jitu guna memutus penularan Covid-19 di wilayahnya.

”Ya bagaimana lagi semua daerah (kasus covid-19 nya) bertambah. Kita masuk 10 besar dari urutan ke 9. Kita akan terus edukasi. Tadi malam (Kamis, 2/7/2020) juga sudah kita adakan kegiatan yang kita update lagi. Termasuk melakukan kerjasama dengan 4 perguruan tinggi,” ucapnya saat ditemui usai menghadiri agenda pemerintahan di Pringgitan Pendapa Agung, Jumat (3/7/2020) sore.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Membludak, Rumah Sakit Rujukan di Kota Malang Overload?

Dijelaskan Sanusi, ke-4 Perguruan Tinggi yang dilibatkan untuk menekan angka penularan Covid-19 di Kabupaten Malang itu meliputi UB (Universitas Brawijaya), UIN (Universitas Islam Negeri) Maulana Malik Ibrahim Malang, Unisma (Universitas Islam Malang), dan UMM (Universitas Muhammadiyah Malang).

”Jadi 4 Perguruan Tinggi besar saya minta bantuannya untuk membantu tangani Covid-19 ini. Bayangin 1 Kecamatan digarap oleh satu perguruan tinggi, itu upaya kita (dalam memberantas covid-19, red),” ucap Sanusi dengan nada bangga.

Nantinya, lanjut Sanusi, 4 perguruan tinggi tersebut bakal difokuskan untuk menangani kasus Covid-19 di 4 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang, yang sementara ini masuk ke dalam kategori zona merah.

Seperti dalam pemberitaan sebelumnya, 4 zona merah di Kabupaten Malang itu tersebar di Kecamatan Singosari, Lawang, Dau, dan Karangploso.

”(Kecamatan, red) Singosari digarap oleh UB, Lawang digarap oleh UIN, Karangploso digarap oleh Unisma, dan Dau digarap UMM,” jelasnya.

Pelibatan perguruan tinggi dalam menangani kasus Covid-19 ini, lanjut Sanusi, sudah sesuai dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo. ”Karena amanahnya pak Jokowi (panggilan Joko Widodo) Pemda (Pemerintah Daerah) harus kerja sama dengan tim pakar dan perguruan tinggi dalam menangani kasus covid-19."

Nantinya, masih menurut Sanusi, seluruh sumber daya yang ada di dalam 4 perguruan tinggi tersebut akan dikerahkan guna menekan angka Covid-19. 

Baca Juga : Sepekan Terakhir Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia di Kota Malang Terus Bertambah

”Pokok yang dimiliki oleh perguruan tinggi itu akan digerakan, termasuk mahasiswanya juga akan dilibatkan untuk mendata pasien yang ada di sana (4 kecamatan zona merah, red),” ungkapnya.

Apakah dalam kurun waktu sekitar sepekan ke depan target pengurangan kasus Covid-19 bisa teratasi?

Sanusi mengaku masih membutuhkan waktu untuk melakukan evaluasi dan pemantauan kondisi di lapangan. ”Ya kita liat saja, jadi kalau tidak cukup (akan, red) diperpanjang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sampai dengan Jumat (3/7/2020) sore, jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Malang ada 234 kasus. Dari jumlah tersebut, 75 diantaranya dinyatakan sembuh dan yang meninggal dunia karena terpapar covid-19 ada 22 pasien.