Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang yang menjadi salah satu rujukan pasien Covid-19 di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang yang menjadi salah satu rujukan pasien Covid-19 di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Melonjaknya kasus Covid-19 belakangan ini membuat sejumlah rumah sakit kewalahan. Di Kota Malang, setidaknya beberapa rumah sakit rujukan bahkan mengalami overload.

Seperti Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), dari 34 kapasitas bed yang disediakan bagi pasien Covid-19 saat ini telah dikonfirmasi penuh. Karenanya, penerimaan kamar isolasi bagi pasien sementara diberhentikan.

Tetapi, terkait pelayanan perawatan pasien emergency tetap dijalankan sesuai ketentuan, sembari menyiapkan alternatif ruang paviliun yang rencananya bakal mulai difungsikan pada Sabtu besok (4/7/2020).

"Sebenarnya status penuh saat ini belum tentu, nanti siang atau sore juga penuh. Kalau saat ini iya penuh (kamar isolasi), jadi yang lama kan hanya 34 bed, itu full semua. Paviliun operasional itu Sabtu dari manajemen baru ada kepindahan, tapi itu opsional, kita harus menunggu kepastian," ujar Kepala Humas RSSA, Donny Iryan, Kamis (2/7/2020).

Hal yang sama juga dialami di Rumah Sakit Lavalette, yang mana selama satu pekan terakhir dari 28 jumlah kapasitas bed untuk isolasi pasien Covid-19 juga selalu penuh.

Wakil Direktur Pelayanan RS Lavalette drg Indra Gunawan menyatakan untuk sementara ini RS Lavalette belum bisa memasukkan pasien baru bila belum ada yang dipulangkan.

"Dalam satu minggu ini total 28 bed kondisi penuh terus. Jadi, untuk sementara kami belum bisa memasukkan pasien baru apabila kondisi belum ada yang pulang atau kosong. Kami tidak menolak pasien, tapi dirujuk biasanya ke RSSA," katanya.

Selanjutnya RSI Aisyiyah, dalam beberapa hari terakhir dari 11 kapasitas bed sempat penuh hingga Senin (1/7/2020). Hal itu disampaikan oleh Kabag Humas RSI Aisyiyah, Riana.

"Penuh itu sampai kemarin, tapi sekarang sudah ada yang kosong. Karena ada tiga pasien yang sudah pulang, jadi dari 11 kapasitas di rumah sakit kami saat ini masih ada," jelasnya.

Untuk diketahui, jumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang saat ini ada 7. Selain tiga di atas, di antaranya RS Panti Waluyo RKZ Sawahan, RST Soepraoen, RS Hermina, dan RS Unisma.

Menanggapi hal itu Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, menyatakan hingga saat ini untuk ke tujuh rumah sakit rujukan masih belum diketahui apakah semuanya mengalami overload atau tidak.

Dalam hal ini, jika memang semua rumah sakit rujukan penuh maka Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal menyiapkan alternatif melalui penyediaan safe house atau rumah karantina yang berada di Jl Kawi.

"Kita masih belum mendapatkan informasi pastinya (untuk 7 rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang overload). Tetapi, kota mengupayakan beberapa alternatif salah satunya mempersiapkan rumah isolasi yang itu dikhususkan untuk warga Kota Malang," terangnya.

Namun, dikatakannya pasien yang masuk ke rumah karantina tersebut adalah yang telah memenuhi persyaratan kondisi klinisnya telah baik. Artinya hanya menunggu hasil swab lanjutan untuk memastikan apakah pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19.

"Rumah isolasi itu nantinya dikhususkan untuk warga Kota Malang yang sudah menjalani perawatan di rumah sakit dan tinggal menunggu hasil swab keluar, di mana klinisnya sudah membaik, kemudian sudah tidak ada keluhan ini mungkin bisa mengurangi jumlah bed yang penuh di rumah sakit itu nanti," pungkasnya.

Untuk diketahui, jumlah kasus Covid-19 di Kota Malang saat ini mencapai angka 212. Pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 57 orang dan yang masih dalam perawatan baik isolasi mandiri di rumah ataupun di rumah sakit saat ini ada 139 orang, 16 lainnya meninggal dunia.

Selain itu, kategori PDP (Pasien Dalam Pengawasan) totalnya menjadi 381. PDP yang dinyatakan sehat ada 195 orang, yang masih dalam perawatan ada 151, dan meninggal dunia sebanyak 35.