(Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu)
(Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu)

MALANGTIMES - Sebelumnya terdapat dua Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi pasien konfirm positif Covid-19 di lingkungan Pemkot Batu. Satu telah dinyatakan sembuh dan kini satu ASN menyusul dinyatakan telah sembuh dari virus tersebut pada Kamis (26/2/2020).

Satu ASN sembuh itu merupakan warga Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. Dengan demikian ke dua ASN kini sudah dinyatakan bebas dari virus corona.

Baca Juga : Waduh, 2 Alat PCR-Swab di Kota Malang Rusak

“Selain itu hari ini juga ada tambahan 1 orang pasien konfirm yang sembuh yaitu C-46 asal Desa Bumiaji salah satu anggota keluarga kita ASN Kota Batu,” terang Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu, M. Chori.

C-46 itu bebas dari Covid-19 setelah dilakukan swab sebanyak 3 kali dan hasilnya negatif. Sedangkan ia sebelumnya memiliki penyakit penyerta (komorbid) hipertensi dan Congestive Heart Failure (CHF) atau kegagalan jantung. 

Dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Hasta Brata. Lalu untuk ASN Kota Batu asal Desa Mojorejo sebelumnya melakukan isolasi mandiri di rumah dan dinyatakan sembuh pada 24 Juni lalu. 

ASN tersebut dinyatakan negatif setelah dilakukan 2 kali swab. Yakni pada 18 Juni dan 24 Juni dengan hasil negatif. 

“Ke dua pasien itu dinyatakan sembuh dan sudah bisa beraktivitas kembali seperti biasa. Namun dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” tutupnya.

Dengan bertambahnya ASN yang sembuh itu totalnya sudah 24 orang. Sementara itu hingga Kamis kasus konfirm positif Covid-19 di Kota Batu sudah mencapai 66 orang. Rinciannya, 11 orang menjalani perawatan di rumah sakit.

Kemudian ada 23 orang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. 2 diantaranya menjalani isolasi di shelter Hotel Mutiara Batu. Dan 6 orang telah meninggal dunia.

Baca Juga : Terdampak Covid, 4 Bulan Capaian Imunisasi Bayi di Kota Batu Masih 32,95 Persen

Lalu terdapat 8102 orang dalam risiko (ODR), dengan 2167 orang dalam pantaun dan 5935 selesai pemantauan. Lalu Orang Tanpa Gejala (OTG) sejumlah 414 orang, 67 diantaranya dipantau dan 346 selesai pemantauan. Kemudian satu orang di shelter.

Lainnya untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) 331 orang, 29 diantaranya dipantau dan 302 selesai pemantauan.

Sementara itu untuk pasien dalam pengawasan (PDP) terdapat 114 orang. 44 diantaranya dalam pengawasan, 61 selesai pengawasan, dan 9 orang meninggal dunia.