Seorang bayi akan dilakukan suntik imunisasi. (Foto: hello-sehat)
Seorang bayi akan dilakukan suntik imunisasi. (Foto: hello-sehat)

MALANGTIMES - Pada tahun 2020 ini Dinas Kesehatan Kota Batu menargetkan 3.119 bayi untuk dilakukan imunisasi. Namun dalam jangka waktu 4 bulan, baru terealisasi 1.008 bayi yang sudah melakukan imunisasi di Kota Batu.

Dengan demikian masih kurang 2.111 yang harus melakukan imunisasi atau capaiannya 32,95 persen dari yang ditargetkan. 

Baca Juga : Kota Batu Ketambahan 3 Pasien Positif Covid-19, Seluruhnya dari PDP dan Satu Meninggal

Sehingga, meski pandemi covid-19, pelaksanaan imunisasi di kota Batu harus tetap berjalan. Namun dengan protokol kesehatan, seperti disediakan ruangan khusus, agar tidak menyatu dengan pasien yang lain.

“Tentunya agar ibu dan bayi tetap aman. Juga tetap menerapkan physical distancing,” ucap Kepala seksi (Kasi) surveilans Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Batu, Suhartina.

Mengingat tingkat urgensi imunisasi pada bayi memang sangat tinggi, sebab imunisasi dilakukan untuk mencegah beberapa penyakit. 

Selama pandemi ini, ibu yang melakukan imunisasi terpaksa menunda lantaran khawatir. Sehingga petugas harus jemput bola untuk melakukan imunisasi door to door di beberapa desa tertentu.

Hal itu dilakukan agar target bisa tercapai hingga dipenghujung tahun. “Semoga dalam masa transisi New Normal maupun New Normal nantinya bisa lebih maksimal lagi,” terangnya. 

Baca Juga : Empat Hari Zona Kuning, Status Kota Batu Kembali Naik Jadi Zona Merah

Ia pun mengimbau bagi ibu memiliki bayi memiliki kesadaran akan pentingnya imunisasi agar ditingkatkan lagi. Mengingat jika imunisasi terhenti, yang ditakutkan beberapa penyakit menyerang. 

“Karena kalau imunisasi terhenti, dikhawatirkan penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi seperti difteri, campak, pneomia dan lainnya akan mudah menyerang pada bayi,” tutup Suhartina.