Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Dalam berbagai riwayat disebutkan, Usamah bin Zaid menjadi salah satu sahabat yang tak mengikuti peperangan membela Islam. Keputusan tersebut diambil Usamah dengan berbagai alasan kuat. Salah satunya bermula saat ia merasa menyesal telah membunuh musuhnya di medan perang.

Hal itu terjadi dalam penaklukan benteng Khaibar. Saat itu, umat muslimin tengah melakukan perlawanan kepada kaum musyrikin. Namun di medan perang, Usamah bertemu dengan seorang pria bernama Mirdas bin Nuhaik. Pria tersebut mengolok-olok Islam dan Rasulullah SAW.

Baca Juga : Pasca Wafatnya Rasulullah, ini Peperangan Besar yang Libatkan Nabi Palsu

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kesempatan menyampaikan, kejadian itu bermula saat Usamah bin Zaid tengah ditawan musuh. Saat itu, Usamah bergandengan dengan sahabat lain sebagaimana perintah yang diberikan.

Saat itu juga, Usamah melihat seorang pria bernama Mirdas bin Nuhaik yang mencaci maki Islam, Rasulullah SAW, dan muslimin sembari lari.

Mirdas mengolok-oloknya. Padahal saat itu pimpinan perang mewasiatkan agar tak mengejar musuh. Maka agar tak melanggar perintah tersebut, Usamah yang marah pun menjalankan kudanya pelan-pelan dan bertekad akan menyerang orang tersebut jika memang keduanya saling berdekatan.

Kemudian saat Usamah mendekat, pria yang mengolok-olok Islam tersebut terus berlari.

Namun lantaran pria tersebut terus mengolok-olok Islam, Rasulullah SAW, juga umat muslim, maka Usamah turun dari kudanya dan berduel dengan pria tersebut.

Mirdas bin Nuhaik berhasil ditebas dan dipukul Usamah. Saat Usamah hendak menebas dan mengangkat pedangnya, Mirdas mengucapkan kalimat syahadat. Lalu Usamah merasa bingung saat itu. Karena sebelum mengucapkan kalimat syahadat, Mirdas selalu mengolok-olok dan hendak menyerang Usamah.

Usamah bimbang beberapa detik dan belum mengambil keputusan, termasuk sahabat di sampingnya. Namun pada akhirnya Usamah memutuskan untuk menebas Mirdas. Maka matilah Mirdas sesaat dalam medan perang tersebut.

Sahabat Usamah yang berada disampingnya pun bertanya mengapa dia membunuh pria tersebut. Padahal Mirdas sudah mengucapkan syahadat.

Kemudian apa yang terjadi tersebut dilaporkan kepada sahabat bernama Ghalib. Usamah saat itu berkata dan berpendapat jika Mirdas mengucapkan kalimat syahadat lantaran takut dengan pedang yang diayunkannya. Tak ada keputusan apa-apa dalam medan perang tersebut terkait terbunuhnya Mirdas di tangan Usamah.

Baca Juga : Burung Elang Perang Uhud, Kisah Thalhah bin Ubaidillah Sahabat Rasulullah

Maka saat kembali ke Madinah dan membawa kemenangan, Ghalib menceritakan kepada Rasulullah SAW atas apa yang terjadi pada Usamah dan Mirdas.

Maka Rasulullah SAW memanggil Usamah, dan Usamah pun kembali menceritakan semua kejadian yang menimpa padanya tersebut.

Lalu Rasulullah SAW berkata, "Apakah engkau telah membelah dadanya? Sehingga engkau tahu bahwasannya ia jujur dan takut pada pedang?,".

Lalu Usamah berkata, "Wahai Rasulullah SAW, ia benar-benar mengucapkan syahadat saat pedang aku angkat ke arahnya, bukan saat sebelumnya,".

Lalu Rasulullah SAW mengucapkan kalimat yang membuat Usamah menyesal seumur hidup, "Wahai Usamah, engkau menghindar kemana dari kalimat syahadat saat kiamat? Wahai Usamah, engkau menghindar ke mana dari kalimat syahadat saat kiamat?,". Kalimat itu disampaikan Rasulullah SAW secara berulang kepada Usamah.

Usamah tak dikenai hukuman, karena ia memang tak mengetahui hukum yang berlaku. Namun sejak saat itu, Usamah bertekad untuk tak mengikuti peperangan apapun yang dilakukan kaum muslim. Usamah pun menjadi sahabat yang tidak ikut berperang.