Salah satu titik nol kilometer Kota Malang (Ahnad Nur Amin/MalangTIMES).
Salah satu titik nol kilometer Kota Malang (Ahnad Nur Amin/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Setiap daerah biasanya memiliki titik nol kilometer sebagai penanda jarak dari pusat kota ke daerah lain di sekitarnya. Masing-masing titik nol kilometer sering memiliki penanda khusus seperti monumen salah satunya.

Namun di Kota Malang, keberadaan titik nol nampaknya tak banyak diketahui oleh banyak orang. Selain kondisinya yang tak begitu terawat, titik nol kilometer Kota Malang juga bukan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan seperti di daerah-daerah lainnya.

Baca Juga : UIN Malang Genjot Inovasi di Pascasarjana

 

Meski begitu, titik nol kilometer Kota Malang ternyata memiliki keistimewaan dibanding dengan daerah lainnya. Keistimewaannya, Kota Malang memiliki dua titik nol kilometer sekaligus. Tentu berbeda dengan daerah lain yang selama ini hanya memiliki satu titik kilometer nol.

Pemerhati Sejarah Kota Malang sekaligus Kepala Seksi Pengembangan Ekonomi Kreatif Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang Raden Agung Harjaya Buana, SE, M.SE menyampaikan, Kota Malang memiliki dua titik nol dan memang tak lepas dari sejarahnya yang panjang.

"Titik nol Kota Malang ada dua, memang istimewa dibanding dengan daerah lain yang memiliki satu titik nol kilometer," katanya.

Titik nol kilometer yang pertama menurutnya berada di Jl. Merdeka Utara, di bawah jembatan penyeberangan antara kawasan Alun-Alun Merdeka dan Kantor Perpajakan. Kemudian titik nol kilometer ke dua berada di sebelah selatan Jembatan Brantas.

Keberadaan dua titik nol kilometer itu menurutnya dikarenakan adanya perubahan pusat kota. Pusat kota yang pertama adalah di kawasan Jembatan Brantas. Karena saat itu, pusat kota berada di sebelah kawasan Timur.

Kemudian bergeser ke arah Barat dengan ditandai kemunculan Alun-Alun Merdeka hingga pusat ibadah dan pusat pemerintahan. Di pusat kota yang ke dua itu, terdapat pusat pemerintahan seperti Masjid hingga Gereja. Kemudian kantor pos, penjara yang kini menjadi pusat perbelanjaan, hingga kawasan pemerintahan yang kini masih menjadi kantor Bupati Malang.

Baca Juga : Bendera Partai Dibakar saat Demo, PDIP Tempuh Jalur Hukum, PA 212 Beri Jawaban Ini

 

Kondisi dua titik nol kilometer itu saat ini memang tak seperti titik nol di daerah lain yang memiliki penanda monumen. Sehingga memang perlu ada perhatian tersendiri agar penanda titik nol kilometer lebih diperhatikan. Mengingat, titik nol kilometer juga memiliki nilai sejarah yang luar biasa sebagai edukasi untuk generasi penerus.

Lebih jelasnya, yuk nikmati tayangan video berikut tentang titik nol kilometer Kota Malang.