Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang Dr dr Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib M Kes SpRad(K). (Foto: istimewa)
Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang Dr dr Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib M Kes SpRad(K). (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Di tengah pandemi Covid-19 yang tak jelas kapan berakhirnya, pemerintah menerapkan new normal life atau tatanan kehidupan normal baru. 

Saat new normal life, fasilitas publik kembali dibuka, termasuk kuliah. Masyarakat pun diperbolehkan beraktivitas seperti semula, namun kali ini harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat. 

Baca Juga : Mampir ke Sekolah Kampung Tangguh, Wali Kota Malang Ajarkan Pancasila Hingga Surat Pendek

New normal life sendiri adalah kehidupan normal dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menyambut new normal life ini, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menyiapkan buku pedoman new normal life. 

Hal ini disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang Dr dr Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib M Kes SpRad(K).

"Kita mempersiapkan suatu buku pedoman tentang bagaimana sih protokol kesehatan yang ketat. Di buku itu sudah tercantum starter pack apa yang harus dibawa pada kehidupan normal baru," ucapnya.

Dalam buku itu, lanjutnya, juga dijelaskan bagaimana persiapan perkuliahan pada new normal life. 

Termasuk bagaimana hidup di perpustakaan, di kantin, dan kehidupan sehari-hari lainnya dalam kegiatan akademik di kampus.

Selain itu, pihaknya juga sudah membentuk tim khusus untuk persiapan normal baru yaitu tim satgas.

Baca Juga : Lewat WesUnik, Cara Unikama Jaga Kebugaran Tubuh dan Kekompakan Karyawan saat Pandemi

Yuyun menekankan, Covid-19 ini virus sehingga penting bagi warga kampus untuk menjaga supaya tidak terinfeksi oleh Covid-19. 

Caranya yakni dengan meningkatkan kesehatan, melakukan physical distancing, sering cuci tangan, dan lakukan protokol kesehatan lainnya.

"Yang harus diingat kita punya C3, yaitu hindari close space yaitu area tertutup, hindari crowded place yaitu tempat-tempat berkerumun, dan close contact physical, jadi tidak melakukan kontak fisik atau physical distancing," tuturnya.

Yuyun juga mengingatkan, masyarakat harus saling menjaga, saling melindungi, dan saling memantau.