Presiden Joko Widodo (Foto:  Merdeka.com)
Presiden Joko Widodo (Foto: Merdeka.com)

MALANGTIMES - Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah kepada para menterinya yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju.  

Kemarahan itu terjadi karena Jokowi menganggap jika kinerja para menteri tidak maksimal di tengah pandemi Covid-19 ini.  

Berulang kali Jokowi berbicara dengan nada suara tinggi.  

Bahkan Jokowi menyatakan akan mengambil tindakan tegas.  

Diketahui terdapat dua kementerian yang kena semprot Jokowi.

Kemarahan mantan Gubernur DKI Jakarta itu terekam dalam video yang diunggah di channel YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6/2020).  

Di video itu, Jokowi meluapkan kemarahannya kepada menteri-menteri yang dianggap masih bersikap biasa saja di tengah pandemi dan perekonomian negara.  

Baca Juga : Jokowi Minta Kasus Covid-19 di Jatim Turun dalam 2 Pekan, Wali Kota Risma Bereaksi

 

"Jangan biasa-biasa saja, jangan linear, jangan menganggap ini normal, bahaya sekali," ujar Jokowi.

"Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan? Suasana ini krisis!" lanjutnya dengan nada tinggi.

Sementara ada dua kementerian yang sangat disorot Jokowi hingga benar-benar kena semprot, yakni Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial.  

Untuk Kemenkes, Jokowi menyatakan jika anggaran kesehatan yang sudah dianggarkan untuk pandemi ini senilai Rp 75 triliun baru saja cair.  

"Tapi anggaran baru terpakai sebesar 1,53%," kata Jokowi.  

Baca Juga : Kukuh Usul UTBK Daring, Wali Kota Malang Khawatirkan Nasib Camaba Luar Kota

 

Sedangkan untuk Kemensos, Jokowi marah lantaran penyaluran bantuan sosial yang hingga kini masih belum optimal 100 persen.  

Menurut presiden 59 tahun itu, pandemi Covid-19 saat ini sangat membutuhkan perhatian khusus.  

Jokowi lantas mengatakan jika saat ini masyarakat benar-benar menunggu bantuan dari pemerintah.  

"Mereka menunggu semua. Jangan biarkan mereka mati dulu baru kita bantu. Enggak ada artinya. Usaha mikro, kecil, menengah, gede, perbankan, semuanya. Terutama yang padat karya. Beri prioritas pada mereka supaya tidak ada PHK. Jangan PHK gede-gedean, duit serupiah belum masuk ke stimulus kita," kata Jokowi.

"Lah kalau saya lihat Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara masih melihat ini sebagai masih normal, berbahaya sekali," tegas Jokowi.

Akibat kinerja para menterinya, Jokowi bahkan mengancam untuk melakukan reshuffle di Kabinet Indonesia Maju.  

"Bisa saja membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran kemana-mana saya. Kalau suasana ini bapak ibu tidak merasakan itu, sudah artinya tindakan-tindakan yang keras akan saya lakukan," tambahnya.