Biogas yang terdapat di TPA di Desa Tlekung (Foto: MalangTIMES)
Biogas yang terdapat di TPA di Desa Tlekung (Foto: MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hingga saat ini sudah ada 300 Kartu Keluarga (KK) yang memanfaatkan biogas dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Tlekung Kecamatan Junrejo. Untuk memaksimalkan hasil dari TPA itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu bakal menambah 500 KK untuk memanfaatkannya di dapur.

“Rencananya tahun 2020 ini kami akan menambah untuk kebutuhan memasak bagi 500 KK,” ungkap kepala DLH Kota Batu, Arief As Siddiq.

Baca Juga : DLH Kota Malang Awasi Kursi yang Sudah Ditutup

Ia menambahkan, rencananya penambahan biogas atau gas metan itu prosesnya bisa dilakukan pada bulan Agustus maupun September mendatang. “Harapan kami bulan tersebut. Sehingga pada tahun 2021 bisa dinikmati oleh warga sekitar,” imbuhnya.

Untuk menambah pemanfaatan bagi 500 KK itu dibutuhkan 2 mesin blower. Dua mesin itu berfungsi untuk mendukung kekuatan mendistribusikan gas metan dari TPA Tlekung kepada rumah-rumah warga tersebut.

Sedangkan untuk 800 KK dibutuhkan 4 mesin blower. Dengan demikian anggaran yang dibutuhkan untuk mewujudkan blower tersebut kurang lebih Rp 400 juta.

Anggaran Rp 400 juta itu bukan hanya untuk kebutuhan mesin blower, namun juga mulai dari pemasangan instalasi penyaluran gas metan melalui pipa-pipa ke rumah warga.

Baca Juga : Pemanfaatan Filter Air dengan Botol Bekas, Cipta Karya Turut Dongkrak Ekonomi Warga

“Rp 400 juta sudah mencangkup untuk semua kebutuhan pemasangan hingga sampai di rumah warga,” tutup pria yang bulan Juli mendatang menjabat Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu ini.