Jalan Besar Ijen (istimewa)
Jalan Besar Ijen (istimewa)

MALANGTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus mengawasi kursi-kursi di Jalan Besar Ijen yang sudah ditutupi bambu. Hal itu dikarenakan masih ada sejumlah warga yang membandel menggunakan kursi tersebut. Padahal, penutupan itu untuk mencegah berkumpulnya warga di kawasan tersebut. 

Bahkan, ada sebagian warga yang membuka penutup kursi tersebut. Mengetahui hal itu, petugas  Bidang Ruang Terbuka Hijau DLH Kota Malang pun menutupnya kembali.

Baca Juga : Webinar Pertama Sukses, DLH Kota Malang akan Buat Webinar Jilid 2 Terkait Zero Waste

"Kami terus melakukan pengecekan terhadap kursi yang sudah ditutup dengan bambu, karena jika terlihat ada yang dibongkar, kami akan langsung tutup kembali," ujar Kepala Bidang RTH DLH Kota Malang, Kuncahyani.

Tak hanya di Jalan Besar Ijen, DLH Kota Malang juga menutup kursi yang ada di 93 taman dan 7 hutan kota yang ada di wilayah Kota Malang. Karena dikhawatirkan masih ada oknum masyarakat yang masih ngotot ingin menggelar perkumpulan.

"Kami sudah lakukan penutupan agar tidak ada kerumunan, dan itu agar masyarakat tidak tertular penyebaran Covid-19," jelas Kuncahyani. 

Untuk diketahui, setelah pemerintah memutuskan memasuki masa New Normal, kehidupan masyarakat Kota Malang kembali seperti sebelum adanya wabah Covid-19.

Baca Juga : Pemanfaatan Filter Air dengan Botol Bekas, Cipta Karya Turut Dongkrak Ekonomi Warga

Namun pemerintah juga masih memberlakukan aturan agar masyarakat tidak melakukan perkumpulan meski sudah masuk pada fase New Normal.