Gramaphone lawas buatan Jerman yang berusia puluhan tahun di Galeri Bangho (Ist)
Gramaphone lawas buatan Jerman yang berusia puluhan tahun di Galeri Bangho (Ist)

MALANGTIMES - Jauh sebelum munculnya kaset, VCD, DVD hingga MP3, Gramaphone menjadi primadona dalam memutar musik pada masa lalu. Meskipun suara alat pemutar musik ini kadang bagus dan kadang sumbang, namun itulah bunyi masa lalu yang terekam dalam piringan hitam.

Gramaphone sendiri telah banyak yang dibuat puluhan tahun lalu dan bahkan hingga saat ini beberapa masih ada yang tersimpan baik oleh para kolektor barang antik. Seperti salah satunya yang ada di Kota Malang.

Baca Juga : Pasar Baru Merauke, Sajikan Berbagai Jenis Ikan Besar dan Murah

M. Cholil, kolektor asal Kota Malang, tepatnya yang tinggal di Jalan Ir Rais Gang 14, Nomor 60, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pemilik dari  Galeri Bangho, masih menyimpan beberapa Gramaphone tua.

Salah satunya adalah Gramaphone bernama Stehle yang merupakan buatan Jerman. Gramaphone yang terbuat dari mayoritas kayu dengan ukiran khas masa lampau ini memiliki bentuk yang cukup besar seperti ukuran rak bufet. Mempunyai tinggi sekitar satu meter dengan lebar sekitar 40 centimeter.

Gramaphone ini dikatakan Cholil dibuat pada tahun 1927. Meskipun usainya telah puluhan tahun, atau tepatnya sampai hari ini 97 tahun, komponen pada Gramaphone ini masih bagus. Kendati beberapa memang sedikit mengalami masalah.

"Memang ada sedikit atau beberapa komponen yang diganti, namun selain itu secara keseluruhan masih asli dan berfungsi dengan bagus. Suara juga lumayan jelas," terangnya.

Ia sendiri mendapatkan barang-barang tersebut dari sesama kolektor barang antik yang merupakan pecinta Gramaphone. Jika dijual, Gramaphone tersebut, dikatakan Cholil senilai Rp 30 juta.

"Mahalnya ini memang kadang tidak bisa diukur. Semua melihat nilai seni nya. Bahkan dulu saya pernah jual Gramaphone harganya lebih dari 35 juta, tapi lupa jenisnya. Kalau untuk masa sekarang ya bisa lebih dari Rp 60 juta," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Cholil, selain Gramaphone Stehle, ia juga mempunyai koleksi lainnya yang tak kalah lawas. Koleksi Gramaphone lainnya yakni berjenis His Master's Voice, disingkat HMV.

HMV merupakan sebuah merek dagang terkenal dalam industri rekaman maupun musik dan merupakan nama tak resmi dari sebuah label rekaman Inggris.

"Gramaphone ini dibuat juga sekitar tahun 1927. Tapi untuk ini memang sudah terdapat beberapa perbaikan karena umur Gramaphone yang sudah lama sehingga perlu mendapat perawatan," imbuhnya.

Selain itu, masih ada lagi koleksi Gramaphone lainnya yang ia simpan. Koleksi lainnya berjenis Parlophone yang saat ini harganya sekitar Rp 25 juta. Gramaphone miliknya jenis ini diperkirakan dibuat pada tahun 1930.

Baca Juga : 2 Remaja Pemberani di Perang Badar, Serbu Abu Jahal yang Dijaga 10 Lapis Pasukan

"Untuk semua yang di saya masih bisa. Memang ada yang dapatnya ada yang rusak tapi ya saya betulkan. Ya memang karena usia yang sudah lama," ucap Cholil.

Dijelaskannya juga, ketika memiliki Gramaphone, perawatan rutin memang harus dilakukan. Hal yang sederhana adalah membersihkan setiap bagian dari Gramaphone agar tidak berdebu maupun tidak terdapat goresan, utamanya pada piringan hitam.

Saat mendengarkan piringan hitam, juga tak bisa sembarangan. Terlebih lagi ketika memainkan dengan turntable  yang mengharuskan memakai jarum di atas piringan hitam. Perlu kehati-hatian dalam meletakkan pada piringan untuk menghindari goresan.

"Perawatannya benar-benar ekstra, tidak sembarangan," pungkasnya.