Ilustrasi. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Kasus positif Covid-19 di Kota Malang terus meningkat. Hingga tanggal 25 Juni 2020 kemarin, total kasus telah mencapai 172. Dari total tersebut, perhatian khusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang adalah terjadinya persebaran penularan yang signifikan dari klaster keluarga ataupun dari kontak erat dengan konform positif Covid-19 yang kini tersebar di beberapa wilayah.

Karenanya, telah diploting ke semua kecamatan masing-masing dengan tim Satgas Covid-19 dari perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Kedokteran (FK) dan Satgas Nadhlatul Ulama (NU) Malang Raya.

Baca Juga : Kabar Baik, 3 Pekan Terakhir Jumlah Pasien Meninggal Covid-19 di Kabupaten Malang Tak Bertambah

 

Ketua Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan Daerah Kota Malang, Mohammad Bisri mengungkapkan, dari tim satgas nantinya akan melakukan pendataan ketat. 

"Nanti itu pendataan di masing-masing orang, setelah dilakukan tracing dari mana asalnya dan langsung dilakukan pemantauan dengan berkoordinasi antara kampung tangguh dan puskesmas terkait," ungkapnya.

Kemudian, hal yang harus diperhatikan lagi berkaitan dengan treatment di satu wilayah yang terjangkit Covid-19 agar tidak terjadi persebaran penularan dengan meluas. Treatment ini disebutnya BUSER (Diburu dan Disergap). "Kemudian, di treatment dengan BUSER (Diburu dan Disergap). Diburu dengan rapid test, kemudian disergap dengan suplemen," jelasnya.

Selanjutnya, menurut dia, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang akan melakukan evaluasi terkait langkah penanganan percepatan Covid-19. Sehingga mekanismenya bisa tertata dengan baik.

"Di Dinas Kesehatan, kemudian kita evaluasi. Mulai perencanaan itu dipantau dan di evaluasi. Harapan kita nanti tiap zona yang dipimpin tiap kecamatan ada satgas khusus ini. Mekanismenya, tracing, identifikasi kontak. Pencatatan detil kontak," tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, dengan hadirnya tim satgas khusus ini nantinya akan mampu membantu proses penanganan percepatan Covid-19 dengan bersinergi bersama Dinkes Kota Malang.

Baca Juga : 23 Warganya Positif Covid-19, Kawasan Jl. Binor Kelurahan Bunulrejo Ditutup Total

 

"Kita butuh Satgas khusus. Harapannya nanti ini dari Dinas Kesehatan mengatasi begitu banyak cakupannya dengan SDM yang terbatas kami butuh teman-teman di perguruan tinggi," ujarnya.

Nantinya, melalui tim satgas khusus ini pemantauan penanganan percepatan Covid-19 di setiap kecamatan akan disinergikan bersama. Terutama, berkaitan dengan treatment pencegahan bagi setiap wilayah.

"Setelah pantauan itu apa tindakan yang bisa dilakukan bersama-sama. Memperkuat treatment pencegahan. Karena tracingnya sudah jelas maka nanti bagaimana pencegahan Covid-19 itu. Bagaimana peningkatan yang susah dibendung, tapi pasien Covid-19 juga harus sembuh," terangnya.

Diketahui, setiap tim khusus tersebut masing-masing telah dibagi untuk menyasar ke setiap wilayah Kecamatan di Kota Malang. Rinciannya, Kecamatan Kedungkandang akan dibawahi oleh tim Satgas NU Kota Malang. Kemudian, Kecamatan Lowokwaru dari FK Universitas Brawijaya. Selanjutnya, Kecamatan Blimbing dibawah tim satgas FK Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN), Kecamatan Klojen dari FK Unisma (Universitas Isalam Malang), serta Kecamatan Sukun dar tim satgas FK Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).