Webinar UIN Malang, Rektor UIN Malang: Pondasi Utama Berkeluarga adalah Religiusitas

Jun 22, 2020 20:25
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg dalam webinar nasional bertema "Peran Keluarga dalam Menghadapi New Normal Life". (Foto: Ima/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg dalam webinar nasional bertema "Peran Keluarga dalam Menghadapi New Normal Life". (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dalam menjalani hidup ini, kita diberikan akal untuk berpikir agar dapat melalui berbagai kesulitan. Namun, tak kalah penting, terdapat aspek religiusitas yang bisa kita gunakan untuk menjalani hidup dengan baik. Termasuk ketika berkeluarga.

"Semua problem yang dihadapi oleh keluarga ini tidak begitu saja didekati dengan logika yang menghasilkan pikiran-pikiran logis tetapi justru lebih dari itu, yaitu yang bersifat metafisik," ujar Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) Prof Dr Abdul Haris MAg.

Baca Juga : Berbagai Kegiatan dan Kontribusi UIN Malang di Masa Pandemi Covid-19

Prof Haris menjadi salah satu narasumber dalam webinar nasional bertema "Peran Keluarga dalam Menghadapi New Normal Life" yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Malang melalui aplikasi zoom, Senin (22/6/2020).

Nah, yang dimaksud dengan metafisik yakni kita berharap dan memohon hanya kepada Allah. Jadi, semuanya digantungkan kepada Allah SWT.

"Saya yakin bahwa berkeluarga itu pondasi utamanya adalah pondasi religiusitas," timpalnya.

Nah, apabila pondasi religiusitas ini dibangun  maka ketergantungan kepada Tuhan, dalam hal ini sama halnya dengan ketergantungan kepada kekuatan di luar diri, amat sangat tinggi.

"Kalaupun menghadapi cobaan maka ada tempat untuk kembali," imbuhnya.

Artinya, segala kesulitan yang dihadapi ketika berkeluarga bukan hanya diselesaikan dengan logika, tetapi juga dengan religiusitas, yakni bergantung kepada Tuhan.

"Saya yakin bahwa inilah sesungguhnya misi kehidupan. Misi kehidupan adalah mengarahkan segala kekuatan yang dimiliki oleh setiap manusia dengan akalnya, dengan perasaannya, dan dengan apa saja yang ada di dalam dirinya sehingga ketika menemui kegagalan dan tidak ada tidak ada solusi harus sedia untuk kembali kepada Penentunya (Tuhan)," paparnya.

Baca Juga : Mahasiswa UB Tuntut Penurunan UKT dan Transparansi di Tengah Pandemi

Bagi Prof Haris, itulah kebahagiaan yang sesungguhnya dicari oleh umat manusia. Dirinya pun sudah banyak mempelajari pemikiran-pemikiran para filsuf di dunia, baik barat maupun timur.

"Inilah nestapa kaum modern. Kita menggunakan paradigma yang luar biasa tetapi sesungguhnya ada sesuatu yang hilang dari situ, yaitu rasa religiusitas ini," tandasnya.

Dalam webinar tersebut turut menjadi narasumber yakni KH Husein Muhammad (Pendiri Institut Studi Islam Fahmina Cirebon), Hikmah Bafaqih (Komisi E Bidang Pendidikan DPRD Provinsi Jawa Timur), dan Yulia Indriati (Direktur Keluarga Kita).

Dr Hj Tutik Hamidah, MAg Ketua LP2M UIN Maliki Malang menyampaikan pentingnya kegiatan webinar pasalnya peranan keluarga sangat penting di tengah pandemi ini.

"Kegiatan ini nantinya diharapkan mampu membawa pada sebuah pemikiran bahwa keluarga mempunyai peranan penting dalam keberlangsungan hidup di tengah pandemi," ucapnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Berita MalangUIN MalangWebinar UIN MalangUniversitas Islam Negeri Maulana Malik IbrahimProf Dr Abdul Haris MAg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru