Berbagai Kegiatan dan Kontribusi UIN Malang di Masa Pandemi Covid-19

Jun 20, 2020 13:41
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg dalam webinar nasional. (Foto: istimewa)
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg dalam webinar nasional. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Di masa pandemi Covid-19, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) telah memberikan banyak kontribusi untuk masyarakat. Salah satunya adalah menginisiasi kampung mandiri Qoryah Thoyyibah.

"Kami UIN Maulana Malik Ibrahim sebelum kita semua berjibaku isu Covid-19 telah melakukan kegiatan-kegiatan yang kemudian dikembangkan, diteruskan, dan diadopsi oleh pihak-pihak tertentu. Misalnya kita punya program Qoryah Thoyyibah. Kampung mandiri ini sesungguhnya sejak awal telah didesain dan kemudian dipatok menjadi paten UIN Maulana Malik Ibrahim," beber Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg dalam webinar nasional belum lama ini.

Baca Juga : Jika Tuntutan Tak Dipenuhi, Mahasiswa UB Akan Laporkan Kampus ke Ombudsman

Visi dari kampung Qoryah Thoyyibah ini adalah selain untuk mewujudkan lingkungan yang indah, aman, dan mandiri, juga menggugah masyarakat bergotong-royong saling empati kepada yang lain.

Untuk mewujudkan kampung Qoryah Thoyyibah tersebut UIN Malang bekerja sama dengan pemerintah daerah, Kapolres, dan Dandim.

"Dan ini diteruskan menjadi satu opsi kegiatan untuk pengabdian kepada masyarakat," imbuhnya.

Selain itu, UIN Malang juga mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat responsif terhadap Covid-19. Sejak Maret 2020, UIN Malang rutin mengadakan kegiatan diskusi. Yakni mendiskusikan Covid-19 secara akademik. Dalam kegiatan diskusi ini UIN Malang mengundang bukan hanya tokoh-tokoh internal aja. Akan tetapi tetapi juga kepala daerah, masyarakat umum, dan tokoh-tokoh lain yang berkompeten.

"Di bulan Ramadan penuh kita mengadakan kegiatan diskusi, di samping juga merespon terhadap Covid-19 kita kaitkan dengan Al-Qur'an yang terkait dengan tema-tema tertentu," sambungannya.

Tak hanya itu, UIN Malang juga menggelar kegiatan-kegiatan charity (amal) yang disalurkan kepada masyarakat dan mahasiswa yang manfaatnya dirasakan betul oleh masyarakat sekitar yang terdampak.

"Dan perlu saya sampaikan, di masa Covid-19 ini para dosen sangat produktif. Sekarang semua dosen menulis. Terutama menulis karya yang di-submit di jurnal, terutama jurnal terindeks scopus," sambungnya.

Baca Juga : Mahasiswa UB Tuntut Penurunan UKT dan Transparansi di Tengah Pandemi

Karena itu, saat ini tumbuh semangat besar dari para dosen untuk mengajukan guru besar. Di saku rektor kini tercatat sejumlah 20 dosen yang mengajukan guru besar di tahun 2020 ini.

"Mudah-mudahan segera di-SK sehingga nanti 20 ini akan kita kukuhkan bersama-sama," imbuhnya.

Tak berhenti sampai di situ, dipelopori oleh Wakil Rektor 1, UIN Malang juga menulis buku-buku yang terkait dengan Covid-19.

"Selain itu, juga ada karya dari teman-teman Saintek membuat KAVi (Kabut Anti Virus). Alhamdulillah ini disebarkan di seluruh daerah Jawa Timur dan direspon dengan baik," pungkasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru