Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Agung Purwanto saat memberikan keterangan kepada awak media di Pasar Singosari. (Foto: Dok. MalangTimes)
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Agung Purwanto saat memberikan keterangan kepada awak media di Pasar Singosari. (Foto: Dok. MalangTimes)

MALANGTIMES - Perpanjangan masa transisi new normal life di Kabupaten Malang juga diikuti dengan perpanjangan masa penggratisan pembayaran retribusi seluruh pasar di Kabupaten Malang. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang,l Agung Purwanto mengatakan bahwa gratisnya pembayaran retribusi pasar disebabkan diperpanjangnya masa transisi new normal life di Malang Raya, khususnya di wilayah Kabupaten Malang, sesuai arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indra Parawansa saat rapat evaluasi di Bakorwil Malang, Sabtu (20/6/2020). 

"Mulai kemarin itu karena kan diperpanjang itu masa transisi. Sehingga diperpanjang sampai nanti diberlakukan new normal hingga Kabupaten Malang jadi zona hijau," ujarnya saat dikonfirmasi pewarta, Senin (22/6/2020). 

Terkait menunggu hingga Kabupaten Malang menjadi zona hijau maupun zona kuning, Agung mengatakan bahwa hal tersebut seluruhnya diserahkan kepada keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Sementara itu, Agung menjelaskan bahwa kebijakan digratiskannya pembayaran retribusi pasar ini telah dimulai sejak April. Tetapi sempat dilakukan penarikan retribusi pasar beberapa hari lalu, tepatnya Selasa (16/6/2020). 

"Sebenarnya mulai  April itu, tidak ada tarikan lagi. April, Mei, Juni. Diperpanjang lagi nanti sampai kapan, kita juga tifak tahu. Kemarin itu hanya seminggu itu ditarik karena transisinya diperpanjang sehingga diperpanjang lagi," kata dia. 

Agung menambahkan, terkait gratisnya pembayaran retribusi pasar diberlakukan untuk seluruh pasar yang ada di Kabupaten Malang serta untuk pedagang yang mulai menempati toko, bedak dan pedagang loss. 

Sementara itu, terpisah saat dihubungi, Kepala Unit Pengelola Pasar Daerah (UPPD) Lawang Sigit Sugiarto menjelaskan bahwa pada masa normal sebelum covid, tiap-tiap kios atau bedak ditarik dengan range retribusi 1.000 hingga 6.000 rupiah per hari. 

"Paling sedikit Rp 1.000. Itu untuk pedagang los. Contohnya pedagang yang cuma lapaknya berupa meja tidak ada atap sama pedagang yang lapaknya di pinggir pasar. Untuk yang tertinggi itu Rp 6.000 per hari. Biasanya pedagang emas atau baju-baju yang di dalam pasar," ungkapnya. 

Sigit menambahkan bahwa perbedaan retribusi penarikan di setiap kiosnya memperhatikan jenis kios, jenis barang dagangan, maupun luas kios.