MALANGTIMES - Hingga tadi malam (Jumat 19/6/2020), jumlah pasien covid-19 di Kabupaten Malang terus bertambah. Salah satunya diduga tertular dari salah satu anggota Polsek Kedungkandang, Kota Malang.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang, pada Jumat 19/6/2020) malam jumlah kasus covid-19 bertambah menjadi 159 kasus. Penambahan tersebut meningkat jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. Sebab pada Kamis (18/6/2020), jumlah pasien covid-19 di Kabupaten Malang hanya 148 kasus. Artinya, dalam sehari mengalami peningkatan sebanyak 11 kasus.
Baca Juga : Satpol PP Terus Bergerak Tertibkan Banner Liar, Termasuk Gambar Calon Kontestan Pilkada
Penambahan jumlah pasien tersebut berasal dari wilayah Kecamatan Donomulyo, Karangploso, Lawang, Ngantang, Singosari, Tumpang, dan Turen. Rinciannya, 3 pasien berasal dari Kecamatan Singosari serta masing-masing 2 kasus dari Kecamatan Lawang dan Tumpang. Sedangkan untuk Kecamatan Donomulyo, Karangploso, Ngantang, dan Turen, masing-masing satu kasus.
Penambahan satu pasien dari Kecamatan Turen itulah yang disinyalir terpapar covid-19 akibat tertular dari salah satu anggota Polsek Kedungkandang. ”Itu (pasien asal Kecamatan Turen) terpapar (covid-19) dari anggota Polsek Kedungkandang,” kata salah satu sumber yang tidak mau identitasnya disebut.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo pun tidak memberikan jawaban tegas. Tapi, dia tidak menyalahkan temuan wartawan.
”Itu kan (pasien asal Kecamatan Turen) dirawat di Rumah Sakit (RSUD) Kanjuruhan. Tapi terpaparnya pas di RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang),” ungkap Arbani sembari melihat data yang ada di smartphone miliknya.
Ketika ditemui di Pringgitan Pendopo Agung, Jumat (19/6/2020) petang, Arbani menceritakan secara detail awal mula terpaparnya pasien asal Kecamatan Turen tersebut.
Menurut dia, beberapa hari sebelum dinyatakan positif covid-19, pasien asal Turen itu sempat pergi ke RSSA Kota Malang. ”Dia itu apa namanya, berhubungan dengan mencari informasi di RSSA. Pada saat itulah yang bersangkutan juga berhubungan (ketemu) dengan anggota Polsek (Kedungkandang) tadi (yang terpapar covid-19),” ungkap Arbani.
Dugaan pasien asal Turen yang terpapar covid-19 dari anggota Polsek Kedungkandang semakin kuat setelah Muspika Kecamatan Turen di bawah instruksi Dinkes Kabupaten Malang melakukan tracing. Hasilnya, sebelum pergi ke RSSA, pasien yang diketahui berjenis kelamin laki-laki itu dipastikan dalam keadaan sehat dan tidak terkonfirmasi positif covid-19. ”Tidak sakit,” tegas Arbani saat ditanya apakah saat pergi ke RSSA tersebut pasien asal Turen itu sedang berobat karena sakit.
Baca Juga : Ada Tambahan 6 Pasien Positif Covid 19 di Kota Batu
Seperti yang sudah diberitakan, beberapa hari belakangan, masyarakat khususnya di Malang dihebohkan dengan pesan yang masif beredar di berbagai grup WhatsApp. Pesan berantai itu mengabarkan bahwa seorang anggota Polsek Kedungkandang, dinyatakan positif covid 19.
Namun dalam statemennya, Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata dan Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif sepakat membantahnya.
”Masih dirawat di Rumah Sakit (RSUD) Kanjuruhan,” ucap kadinkes Kabupaten Malang saat menjawab pertanyaan awak media tentang kondisi pasien asal Turen.
Apakah pasien tersebut memiliki penyakit bawaan alias komorbid? Arbani mengaku sampai saat ini pihaknya tidak mengetahui secara pasti. Hanya yang jelas, pasien asal Turen itu mengalami pneumonia. ”Tidak hafal. Tapi dari beberapa laporan mengalami pneumonia,” ujarnya.
