MALANGTIMES - Jumlah kasus positif covid-19 klaster keluarga di Kota Malang terus meningkat. Catatan data hingga 18 Juni 2020, total kasus mencapai 126.
Dari jumlah tersebut, pasien terbaru dari klaster keluarga masih cukup tinggi. Terbaru, sekitar 6 orang terjangkit di wilayah Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing.
Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menyatakan, aktivitas pasien sebelumnya hingga menjadikan sumber penularan kepada anggota keluarganya masih belum diketahui.
"Itu belum tahu saya (aktivitas pasien sebelumnya). Yang pasti dalam satu keluarga. Dalam satu rumah itu mungkin dari konform positif itu menjadi sumber penularanannya," ujarnya, Jumat (19/6/2020).
Hingga saat ini, proses tracing atau pelacakan dari aktivitas anggota keluarga tersebut masih terus dilakukan oleh petugas kesehatan. "Hasil tracing belum didapatkan yang 6 kontak erat konform positif itu. Laporannya nanti kalau sudah lengkap disampaikan," imbuhnya.
Saat ini, keenam pasien menjalani isolasi mandiri di rumah. Sebab, kapasitas untuk ruang isolasi di RSUD Kota Malang masih belum ada jaminan.
Namun, Husnul juga memastikan kondisi dari pasien dipantau secara ketat oleh tim satgas dari kelurahan di wilayah, termasuk RT dan RW-nya.
"Sementara masih isolasi mandiri di rumah karena keterkaitan dengan kapasitas di RSUD Kota Malang. Nanti pemantauannya, sementara dari satgas yang ada di kelurahan, RT RW dan karena di situ di Kecamatan Blimbing sudah ada kampung atau RW tangguh, nah itu akan membantu di dalam pengawasannya," tandasnya.
Untuk diketahui, kemarin (Kamis, 18/6/2020) Kota Malang mencatat ada 15 tambahan pasien posotif covid-19. Mayoritas memang berasal dari klaster keluarga.
Sementara, untuk kategori lainnya seperti ODP (orang dalam pantauan) kini mencapai 954 orang. Rinciannya, 39 masih dalam tahap dipantau, 913 sudah selesai pemantauan, dan 2 dinyatakan meninggal.
Lalu, kategori PDP (pasien dalam pengawasan) totalnya menjadi 299. PDP yang dinyatakan sehat ada 173 orang, yang masih dalam perawatan ada 103, dan meninggal dunia sebanyak 23.
Kemudian, OTG (orang tanpa gejala) di angka 514. Sedangkan kategori ODR (orang dalam risiko) tercatat 2.588.
