Kepala BKAD Kabupaten Malang, Wahyu Kurniati saat menjelaskan opsi lelang ratusan kendaraan milik Pemkab Malang yang sudah tidak terpakai (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Kepala BKAD Kabupaten Malang, Wahyu Kurniati saat menjelaskan opsi lelang ratusan kendaraan milik Pemkab Malang yang sudah tidak terpakai (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten Malang berencana melelang beberapa aset daerah. Di antaranya adalah aset transportasi berupa sepeda motor dan mobil. Opsi lelang tersebut mencuat saat rapat pembahasan temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), Jumat (12/6/2020) malam. 

”Kami masih membicarakan serta menindaklanjuti temuan BPK atas beberapa aset OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Nanti masih akan dikoordinasikan dengan BKAD (Badan Keuangan Aset Daerah, Kabupaten Malang),” kata Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, saat ditemui usai menghadiri agenda rapat di Ruang Anusapati, Jumat (12/6/2020) malam.

Baca Juga : Viral, Ustaz Sebut Lagu Balonku dan Naik-Naik ke Puncak Gunung Ajarkan Anak Benci Islam

Ditemui di saat bersamaan, Kepala BKAD Kabupaten Malang, Wahyu Kurniati, menjelaskan jika penyebab dibukanya opsi aset daerah yang bakal dilelang tersebut, lantaran berkas surat kendaraannya mayoritas sudah hilang. 

”Kendaraan ini ada yang BPKB-nya (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) hilang. Penyebabnya karena kendaraannya sudah ada sejak lama, sehingga menyebabkan adanya kendala di bagian administrasi. Salah satu kendalanya ya karena BPKB-nya itu hilang, jadi barangnya ada tapi suratnya tidak ada,” jelas Wahyu. 

Dari hasil inventalisir sementara, tercatat ada ratusan sepeda motor yang bakal dilelang. Sedangkan untuk kendaraan mobil, Wahyu mengaku tidak mengetahui jumlah pastinya. Namun pihaknya menegaskan jika total mobil milik aset daerah yang bakal dilelang tidak lebih dari puluhan unit. 

”Aset sepeda motor yang segera akan kita jual itu ada 250 an, untuk R4 (mobil) saya lupa jumlah persisnya. Tapi yang pasti kalau mobil tidak terlalu banyak, kemungkinan masih di angka puluhan,” terang Wahyu. 

Pihaknya memastikan, ratusan sepeda motor dan mobil yang bakal dilelang tersebut sudah tidak bisa digunakan dan sudah tidak berfungsi. ”Jadi untuk barang-barang yang sudah lama, seperti sepeda motor itu yang sudah sejak tahun 90-an, pasti sudah tidak bisa dipakai, tapi masih muncul di catatan aset. Makanya kita akan mengambil beberapa skenario, antara lain opsi lelang itu,” ungkap Wahyu.

Selain untuk menyelaraskan catatan aset daerah, lanjut Wahyu, opsi lelang itu juga bertujuan untuk meminimalisir banyaknya aset yang tidak terurus di masing-masing OPD.

Baca Juga : Minibus Tabrak Ambulans Plat Merah di Kota Malang, Ini Kondisinya

”OPD inikan tidak ada yang punya gudang memadai, akibatnya sepeda motor yang tidak bisa digunakan itu numpuk. Akhirnya berserakan di halaman karena tidak ada gudang,” ujar Wahyu. 

Sejauh ini, masih menurut Wahyu, tercatat sudah ada sekitar 7 kendaraan berupa mobil yang sudah dijual menggunakan opsi lelang tersebut. ”Jadi kemarin kami sudah menjual sebagian, untuk bagian umum itu ada sekitar 7 unit (mobil) yang sudah terjual,” ucap Wahyu. 

Tidak hanya sepeda motor dan mobil, Wahyu juga mengaku jika ada sebagian aset yang dimiliki oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, yang rencananya juga bakal dilelang. 

”Ada mesin dan alat berat dari Bina Marga yang bakal dilelang, banyak itu nilainya. Sementara ini belum kita kalkulasikan, karena kita masih akan memanggil jasa pihak ketiga untuk opsi lelangnya,” pungkasnya.